Dedi Mulyadi Liburkan Sopir Angkot Bandung saat Tahun Baru, Biaya Ditanggung Pemprov Jabar

Dedi Mulyadi Liburkan Sopir Angkot Bandung saat Tahun Baru, Biaya Ditanggung Pemprov Jabar
Angkot yang beroperasi di Jalan A.H. Nasution, Kota Bandung/Dok Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bakal meliburkan sopir angkutan umum di Kota Bandung selama malam Tahun Baru dan hari Tahun Baru 2026.

Kebijakan ini bertujuan mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi saat momen libur panjang, dan seluruh biaya akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini mirip dengan kebijakan yang sebelumnya diterapkan di jalur Puncak, Bogor, untuk mengurangi kemacetan di hari-hari sibuk.

Baca Juga:Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 TahunTersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!

“Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah meliburkan sopir angkutan umum di Kota Bandung selama malam Tahun Baru dan hari Tahun Baru,” ujar Dedi, Rau (24/12).

Ia melanjutkan, jalur yang dimaksud meliputi rute Lembang-Kota Bandung dan Lembang-Cimahi. “Termasuk di dalamnya seluruhnya jalur di Kota Bandung dan kebijakan ini juga berlaku untuk jalur puncak karena sudah langganan,” kata dia.

Menurut Dedi, langkah itu memiliki tujuan agar malam tahun baru tidak terjadi kemacetan parah.

“Orang melaksanakan liburan untuk menikmati kebahagiaan bersama keluarga tidak mengalami stres karena antrean panjang, ” katanya.

Bagi Dedi, kebijakan ini diambil untuk kepentingan masyarakat. Ia juga menegaskan soal pembiayan atas kebijakan itu. “Biaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” terangnya.

Menurutnya, kepala daerah harus cepat dalam mengambil kebijakan. Karena untuk menuntaskan masalah masyarakat.

“Sebagai pemimpin harus cepat dalam mengambil keputusan, tidak berlama-lama karena negara diperlukan langkah-langkah yang cepat dan tepat. Sehingga fungsi negara adalah melindungi masyarakat, menjaga ketentraman dan kenyamanan masyarakat, tampil di saat kesulitan masyarakat,” tutupnya. (son)

Baca Juga:Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'Eliano Reijnders Jadi Kunci Fleksibilitas Persib, Bisa Main di Hampir Semua Posisi

“Sebagai pemimpin, harus cepat dalam mengambil keputusan, tidak berlama-lama. Negara diperlukan langkah-langkah yang cepat dan tepat untuk melindungi masyarakat, menjaga ketentraman, dan tampil di saat kesulitan masyarakat,” pungkasnya.

0 Komentar