Refleksi Sembilan Bulan Kepemimpinan, Dedie Rachim Tekankan Pertumbuhan Ekonomi dan Fondasi Pembangunan Bogor

Kepala DPKPP Eko Mujiarto saat memberikan keterangan. Foto: Regi
Kepala DPKPP Eko Mujiarto saat memberikan keterangan. Foto: Regi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan refleksi kinerja Pemerintah Kota Bogor selama sembilan bulan masa kepemimpinannya dengan menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi serta penguatan fondasi pembangunan jangka panjang kota.

Dedie mengungkapkan, berdasarkan proyeksi ekonomi terbaru, pertumbuhan ekonomi Kota Bogor mencapai sekitar 5,65 persen. Angka tersebut menempatkan Kota Bogor sebagai salah satu daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi secara nasional.

Menurutnya, capaian positif itu didorong oleh kebijakan pemerintah daerah yang membuka akses ekonomi seluas-luasnya bagi masyarakat, terutama melalui penyederhanaan dan kemudahan perizinan usaha.

Baca Juga:Kemiskinan Ekstrem di Jabar: Data BPS Belum Update!Jutaan Warga Jabar Masih Melarat, Dedi Mulyadi Tak Punya Program Konkret atasi Kemiskinan?

“Kemudahan perizinan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mengakses kegiatan ekonomi, membangun usaha, dan menjalankan aktivitas yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga maupun masyarakat,” ujar Dedie saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun 2025 di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, berbagai kebijakan tersebut dijalankan secara efektif tanpa selalu ditonjolkan secara seremonial. Pemerintah Kota Bogor, kata Dedie, lebih memprioritaskan implementasi kebijakan yang nyata dan manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Selain faktor kebijakan ekonomi, Dedie juga menekankan pentingnya stabilitas keamanan dalam menjaga iklim usaha. Kondisi Kota Bogor yang relatif aman dan kondusif dinilai mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, perdagangan, dan jasa.

“Masyarakat bisa bekerja, berdagang, dan berusaha dengan tenang. Ini merupakan bagian penting dari pertumbuhan ekonomi, dan tentu tidak lepas dari peran kepolisian bersama TNI dalam menjaga keamanan Kota Bogor,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah disiapkan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang Kota Bogor. Di antaranya proyek pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di Galuga dan Kayu Manis, pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penataan kawasan Pasar dan Plaza Bogor, pengembangan transportasi berbasis trem (TREM), penertiban angkutan kota secara berkala, pembangunan Museum Pajajaran, serta program penghijauan kota.

Ia menegaskan, seluruh proyek tersebut dirancang untuk mendukung keberlanjutan kota sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Bogor di masa depan.

“Mudah-mudahan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat pada tahun-tahun mendatang. Ini adalah bagian dari langkah besar kami untuk mewujudkan Bogor yang hebat, demi generasi emas Kota Bogor 2045. Kami ingin dikenang sebagai generasi yang mewariskan sesuatu yang berarti, agar generasi muda semakin mencintai kotanya,” pungkas Dedie.

0 Komentar