JABAR EKSPRES – Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menekankan pentingnya memperoleh akses langsung ke fasilitas nuklir Iran untuk memeriksa klaim Teheran yang menyebut sejumlah lokasi tidak aman dan sulit dijangkau. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, dalam wawancara dengan RIA Novosti.
Grossi menjelaskan bahwa berdasarkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) serta perjanjian pengamanan yang berlaku, Iran memiliki kewajiban untuk membuka akses ke fasilitas-fasilitas tersebut. Ia menilai alasan keamanan tidak dapat dijadikan penghalang tanpa verifikasi independen dari para inspektur.
“Ini sebenarnya bagian dari pembahasan kami. Mereka mengatakan, ‘Tidak aman, Anda tidak bisa pergi ke sana.’ Namun, dalam situasi seperti itu, harus ada izin bagi para inspektur untuk memastikan bahwa memang benar tidak mungkin untuk masuk,” kata Grossi.
Baca Juga:Harga Emas Hari Ini Jumat 19 Desember 2025 Naik Tipis, Antam Tembus Rp2,42 Juta per GramICC Kecam Sanksi AS terhadap Hakimnya, Dinilai Ancam Independensi Peradilan
Ia menambahkan bahwa dialog terkait akses ini masih terus berlangsung, sembari menyampaikan harapan agar ada perkembangan positif dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Grossi mengungkapkan bahwa Iran memiliki jauh lebih banyak fasilitas nuklir dibandingkan tiga lokasi yang sering menjadi sorotan publik. Fasilitas-fasilitas tersebut berperan penting dalam proses pengolahan, konversi, dan pengayaan uranium. Namun demikian, ia menegaskan bahwa cakupan program nuklir Iran tidak hanya terbatas pada aspek tersebut.
Menurutnya, Iran menjalankan program nuklir yang tergolong maju, dengan komponen penelitian yang kuat serta jaringan fasilitas yang tersebar di berbagai wilayah negara itu. Selain itu, Iran juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr dan memiliki rencana pembangunan pembangkit nuklir baru, termasuk yang direncanakan melalui kerja sama dengan Rusia.
Atas dasar itu, Grossi menekankan bahwa keberlanjutan kehadiran IAEA sangat diperlukan guna memastikan pengawasan dan inspeksi terhadap seluruh fasilitas nuklir Iran yang masih aktif beroperasi.*
