JABAR EKSPRES – Kondisi para santri Pondok Pesantren Nurrush Sholaah di Dusun Bangkir, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, yang diduga mengalami keracunan makanan dilaporkan terus membaik.
Sebelumnya, sebanyak 58 santri dilarikan ke lima rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Para korban kini mendapatkan perawatan intensif dari tenaga kesehatan.
Dari total korban yang dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), paling banyak dirawat di Rumah Sakit Kesehatan Kerja (RSKK) Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Dari Bupati Termuda hingga OTT KPK, Ade Kuswara Kunang di Pusaran Dugaan Korupsi BekasiOTT KPK Seret Oknum Jaksa dan Pengacara di Bekasi, Dugaan Korupsi Berjamaah Menguat
Kepala Seksi Pelayanan RSKK, dr. Lucky Noviathie, menyampaikan bahwa pihaknya mulai menerima pasien sejak Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Kejadiannya itu di Nurrush Sholaah. Di mana di sana ada yang terkena keracunan diduga dari makanan. Ada pasien dirujuk dan ada warga yang ikut menikmati makanan tersebut,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di RSKK dini hari.
Berdasarkan data yang telah dikonfirmasi, sebanyak 42 orang dirawat di RSKK, terdiri dari 37 santri dan 5 warga. Para pasien berasal dari berbagai daerah, yakni Kabupaten Bandung (11 orang), Bekasi (3), Cirebon (1), Purwakarta (1), Sumedang (20), Tasikmalaya (1), Ciamis (1), Salatiga (1), dan Kota Bandung (3).
Informasi yang dihimpun Jabar Ekspres menyebutkan, para santri mulai mengeluhkan sakit setelah mengonsumsi makanan dari donatur saat acara peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia di Ponpes Nurrush Sholaah pada Kamis malam (18/12/2025).
Keluhan tersebut muncul secara serentak pada keesokan harinya, Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Total korban yang mengalami gejala dugaan keracunan makanan tercatat 116 orang, dengan 58 orang di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Namun, mereka belum diperbolehkan pulang, karena masih dalam masa perawatan,” pungkasnya. (Bas)
Baca Juga:Terungkap! KPK OTT 9 Orang Sebelum Segel Ruang Kerja Bupati BekasiKPK Perluas Penyidikan di Bekasi, Kantor Disbudpora Ikut Disegel
Meski demikian, ia menegaskan bahwa para pasien belum diperbolehkan pulang karena masih harus menjalani observasi dan perawatan lanjutan.(Bas)
