Jaga Wajah Destinasi Wisata, UPT Kebersihan KBB Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Sampah Nataru

Volume Sampah Saat Nataru Diprediksi Naik, UPT Kebersihan Siagakan Puluhan Armada
Sejumlah armada pengangkut sampah disiapkan UPT Kebersihan Bandung Barat, jelang Nataru. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan meningkatkan kesiapsiagaan layanan kebersihan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan di tengah potensi lonjakan volume sampah selama masa libur panjang.

Kepala UPT Kebersihan KBB, Imam Fauzi, mengatakan peningkatan aktivitas wisata hampir selalu terjadi setiap momentum Nataru, terutama di kawasan Lembang yang menjadi destinasi favorit wisatawan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya volume sampah di jalur protokol dan area wisata.

Baca Juga:Dari Bupati Termuda hingga OTT KPK, Ade Kuswara Kunang di Pusaran Dugaan Korupsi BekasiOTT KPK Seret Oknum Jaksa dan Pengacara di Bekasi, Dugaan Korupsi Berjamaah Menguat

“Setiap libur Nataru, aktivitas wisata meningkat tajam dan itu otomatis memicu kenaikan volume sampah. Karena itu kami memfokuskan kesiapsiagaan di kawasan yang paling padat,” kata Imam saat dikonfirmasi, Jumat (19/12/2025).

Sebagai langkah konkret, UPT Kebersihan menyiagakan tiga unit truk pengangkut sampah khusus di wilayah Lembang. Armada tersebut diperkuat dengan kendaraan Armada Penyapu Jalan (APJ) serta petugas lapangan yang dilengkapi cator atau alat pengumpul sampah manual di titik-titik strategis.

Prinsipnya, sampah harus segera terangkut agar tidak mengganggu kebersihan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.

Selain kesiapan armada, UPT Kebersihan juga melakukan pemetaan lokasi rawan penumpukan sampah. Sejumlah titik yang menjadi perhatian antara lain kawasan Pataruman, Kecamatan Parongpong, serta wilayah Ciwaruga.

Imam mengungkapkan TPS di RW 9 Pataruman kerap disalahgunakan oleh pengguna jalan untuk membuang sampah sembarangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan melakukan penataan ulang serta pembersihan rutin selama masa libur.

“Penataan ini dilakukan agar TPS tidak menimbulkan dampak lingkungan, terutama selama libur panjang,” ucapnya.

Terkait ketersediaan armada, Imam menjelaskan UPT Kebersihan saat ini memiliki 38 unit kendaraan pengangkut sampah. Sebanyak 34 unit di antaranya masih dalam kondisi layak operasi, sementara sisanya kerap mengalami gangguan teknis akibat usia kendaraan.

Baca Juga:Terungkap! KPK OTT 9 Orang Sebelum Segel Ruang Kerja Bupati BekasiKPK Perluas Penyidikan di Bekasi, Kantor Disbudpora Ikut Disegel

“Kondisi ini sudah kami sampaikan kepada pimpinan daerah. Kami berharap ke depan ada penambahan armada agar pelayanan kebersihan bisa lebih optimal,” katanya.

Ia menambahkan, pada 2026 mendatang pihaknya juga berharap adanya dukungan pengadaan armada tambahan, termasuk alat berat seperti beko untuk menunjang pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

0 Komentar