Diduga Keracunan Makanan, 58 Santri di Cimanggung Sumedang Dilarikan ke Rumah Sakit 

Diduga Keracunan Makanan, 58 Santri di Cimanggung Sumedang Dilarikan ke Rumah Sakit 
Sejumlah santri yang diduga mengalami keracunan makanan dan sedang menjalani penanganan medis di RSKK, Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nasib nahas menimpa sejumlah santri di Pesantren Nuurush Shola’ah yang berlokasi di wilayah Kampung Bankir, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Pasalnya, para santri tersebut diduga mengalami keracunan makanan, sebab tak sedikit yang mengeluhkan sakit perut dan dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (19/12/2025).

Salah seorang warga Desa Sindanggalih, Jaelani (40) mengatakan, dugaan keracunan tersebut terjadi setelah sejumlah santri mengkonsumsi makanan sajian acara.

Baca Juga:Biaya Penggantian Korban Keracunan MBG di KBB Belum Dibayar BGN, Dinkes: Masih Diproses di Tingkat PusatCegah Keracunan Terulang, Senator RI Dorong Perbaikan Tata Kelola MBG

“Dari informasi memang ada pembagian katering nasi box dari donatur, itu malem kemarin pas acara. Hari ini mereka (para santri) mengeluhkan sakit,” katanya kepada Jabar Ekspres.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, sejumlah santri diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari donatur pada acara memperingati Bahasa Arab Sedunia.

Mereka dibawa ke tiga lokasi Instalasi Gawat Darurat (IGD), yakni Rumah Sakit Kesehatan Kerja (RSKK) Provinsi Jabar, RS AMC Cileunyi, Kabupaten Bandung dan RSUD Kabupaten Sumedang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun demikian, hingga saat ini pihak pesantren belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

“Kalau jumlah totalnya saya kurang tahu pasti, yang jelas cukup banyak santri yang dibawa ke rumah sakit,” tutup Jaelani.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Cimanggung, Kompol Aan Supriatna memaparkan, dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, tercatat sebanyak 58 santri yang kini dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis.

“Ada 58 santri total yang dibawa ke rumah sakit. Makanan katering diberi oleh donatur dari Cikancung ke pesantren,” paparnya.

Baca Juga:Cegah Keracunan Terulang, Pemda Kabupaten Bandung Barat Siapkan Relawan Pengawas MBGPenyebab Keracunan MBG Belum Jelas, DPRD Kabupaten Bandung Barat Kritik Kinerja Pengawasan BGN

Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, Aan menyebutkan, sebanyak 58 santri yang dilarikan ke rumah sakit itu, dilaporkan sempat mengalami sakit sejak pagi hari.

“Reaksi keracunan dari pukul 5.00 WIB pagi,” tukas Aan.

Sementara itu, kondisi para santri yang dirawat masih terus dipantau oleh tim medis. Masyarakat diminta menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan kasus tersebut.

Pihak RSKK, Agus membenarkan, adanya kejadian sejumlah santri yang mengeluhkan sakit dan dilarikan ke IGD untuk penanganan medis.

“Ada puluhan pasien saat ini dalam penanganan di IGD,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar