JABAR EKSPRES – Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (18/12) malam.
Kabar penyergapan terhadap orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu seolah tak mengejutkan bagi masyarakat, terlebih Bupati periode sebelum-sebelumnya juga terjaring OTT KPK.
“Mau kaget tapi kabupaten,” ujar warganet di X (dulu twitter) yang disinyalir merupakan warga Tambun, Bekasi, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga:Dari Bupati Termuda hingga OTT KPK, Ade Kuswara Kunang di Pusaran Dugaan Korupsi BekasiOTT KPK Seret Oknum Jaksa dan Pengacara di Bekasi, Dugaan Korupsi Berjamaah Menguat
“Pantes Kab Bekasi nggak ada perubahan, duitnya dikorup mulu, sekalinya nggak dikorup duitnya diendapkan di bank diambil bunganya,” ujar warga lainnya.
Penangkapan Ade Kuswara menambah daftar panjang deretan Bupati Bekasi yang ditangkap lembaga antirasuah tersebut.
Sebelumnya, Neneng Hasanah Yasin, yang merupakan bupati perempuan pertama dan menjabat pada 2012 lalu di Kabupaten Bekasi juga terjaring OTT KPK.
“Dulu bupati yang cewe (terkena) OTT di pinggir jalan, sekarang (Ade Kuswara) kena OTT di mana ya?” ujar warganet lainnya.
Adapun Ade Kuswara yang merupakan Bupati Bekasi termuda dalam Pilkada 2024 itu ditangkap KPK di wilayah Kabupaten Bekasi.
Sebelum penangkapan, KPK melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Bupati Bekasi pada Kamis sekitar pukul 19.00 WIB.
Di mana tiga orang yang menegnakan masker, topi dan jaket, diduga merupakan penyidik KPK memasuki Kantor Pemkab Bekasi.
Baca Juga:Terungkap! KPK OTT 9 Orang Sebelum Segel Ruang Kerja Bupati BekasiKPK Perluas Penyidikan di Bekasi, Kantor Disbudpora Ikut Disegel
Ketiganya langsung menuju lantai dua dan menyegel pintu utama serta pintu samping ruang kerja Bupati Ade dengan garis merah bertuliskan KPK.
Menurut informasi yang didapat, sejumlah dinas di lingkungan Pemkab Bekasi juga ikut disegel, itu menandakan adanya penyelidikan yang lebih luas.
Adapun dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 10 orang di wilayah Kabupaten Bekasi. Namun begitu, hingga saat ini, lembaga antirasuah belum mengungkap secara resmi perkara apa yang menjadi dasar penindakan tersebut.
Sementara Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut bahwa Ade masih berada dalam proses pemeriksaan. “Benar, masih dilakukan pemeriksaan di dalam,” ujarnya, Jumat (19/12/2025) dini hari.
