Cuaca Ekstrem Mengancam, Tiga Siklon Kepung Indonesia

Cuaca Ekstrem Mengancam, Tiga Siklon Kepung Indonesia
Kendaraan melintas saat awan hitam menaungi kawasan Tegalluar, Kabupaten Bandung, Rabu (17/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat disebabkan oleh pengaruh bibit siklon tropis 93S yang diperkirakan masih akan bertahan hingga Kamis (18/12), masyarakat dihimbau untuk mewaspadai potensi angin kencang. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berikan imbauan, agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Pasalnya, untuk saat ini wilayah Indonesia sedang dikelilingi tiga sistem cuaca signifikan sekaligus, yakni Siklon Bakung dan dua Bibit Siklon Tropis.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, pihaknya telah mencatat perkembangan Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S/95S.

Baca Juga:RI Siaga Cuaca Ekstrem, Dua Bibit Siklon Tropis Dekati IndonesiaPembangunan Pasar Petani Garuda Terhambat Cuaca Ekstrem, Pemkab Bogor Siapkan Opsi Penjadwalan Ulang

“Siklon Tropis Bakung (11.7°LS 93.2°BT, Samudra Hindia barat daya Lampung), dengan kecepatan angin mencapai 50 knot (95 km/jam),” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (17/12).

Rahayu atau akrab disapa Ayu menerangkan, angin tersebut dalam 24 jam ke depan bergerak ke arah barat hingga barat daya, dengan intensitas menurun ke kategori Low.

“Dan masih berdampak terhadap gelombang 1.25 sampai 2.5 meter (Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung dan Selat Sunda bagian selatan),” terangnya.

Adapun untuk Bibit Siklon 93S, (11.9°LS 113.2°BT, selatan Jatim) ujar Ayu, tercatat berkecepatan angin mencapai 30 knot (55 kilometer per jam), dengan pergerakan ke arah barat daya dalam waktu 24 jam ke depan.

“Ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Jateng–DIY–Jatim–Bali–NTB–NTT bagian barat. Angin kencang juga berpotensi terjadi di Pesisir Jabar sampai Bali. Serta gelombang 1.25 hingga 2.5 meter di Samudra Hindia selatan Banten hingga P. Sumba,” ujarnya.

Sedangkan untuk Bibit Siklon 95S, (8.2°LS 134.3°BT, Laut Arafura selatan Kepulauan Aru) ucap Ayu, berkecepatan angin mencapai 20 knot (37 kilometer per jam), dengan pergerakan ke arah tenggara sampai selatan.

“Berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Papua Selatan, hujan lebat hingga sangat lebat di Maluku bagian selatan-tenggara, lalu angin kencang di wilayah Maluku bagian tenggara, serta gelombang 1.25–2.5 meter di Laut Banda, Perairan Kai & Aru, dan Laut Arafura,” ucapnya.

Baca Juga:Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor di Bandung Raya, Polres Cimahi Perkuat Siaga BencanaDBD Mengintai di Tengah Cuaca Ekstrem, 308 Kasus Tercatat di Cimahi Sepanjang 2025

“BMKG melalui TCWC Jakarta terus memonitor realtime dan akan menyampaikan pembaruan jika ada perubahan signifikan,” pungkas Ayu. (Bas)

0 Komentar