JABAR EKSPRES – Ekspor tanaman hias ke Amerika Serikat menjadi angin segar bagi petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Komoditas hortikultura unggulan daerah tersebut berhasil menembus pasar global dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 miliar, sekaligus menunjukkan meningkatnya daya saing produk pertanian lokal di tingkat internasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim, mengatakan ekspor tanaman hias ini tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang pasar yang berkelanjutan bagi petani dan pelaku usaha hortikultura di daerah.
Baca Juga:Modus Penghindaran Bea Keluar Meningkat, Menkeu Soroti Celah Pengawasan EksporMendag Optimis Target Ekspor 7,1 Persen Bakal Tercapai Meski Ada Tarif Trump, Ini Alasannya!
“Capaian ini mencerminkan bahwa produk tanaman hias asal Bandung Barat memiliki kualitas dan daya saing yang mampu diterima pasar global. Hal tersebut sekaligus memperkuat ekonomi petani dan pelaku usaha hortikultura,” ujar Lukmanul di Padalarang, Minggu (14/12/2025).
Ia menjelaskan, pengiriman tanaman hias ke Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap dua pekan sekali. Pola pengiriman berkala ini dilakukan sebagai upaya menjaga kontinuitas ekspor dan memastikan stabilitas permintaan pasar luar negeri.
Menurut Lukmanul, tanaman hias yang diekspor berasal dari sentra produksi di wilayah Parongpong. Dalam satu kali pengiriman, jumlah tanaman yang dikirim mencapai sekitar 1.200 pot dari berbagai jenis tanaman hias.
“Komoditas yang dikirim merupakan tanaman hias dengan permintaan tinggi di pasar internasional, terutama karena memiliki karakter daun yang unik serta cocok dikembangkan sebagai tanaman indoor,” katanya.
Adapun jenis tanaman hias yang diekspor meliputi Anthurium, Philodendron, Monstera, Alocasia, Syngonium, Platycerium, hingga Hoya dan Piper. Total nilai ekspor yang telah dicatat mencapai Rp1,5 miliar, dengan rata-rata nilai transaksi sekitar Rp300 juta setiap bulan.
Selain tanaman hias, DKPP Kabupaten Bandung Barat juga terus mendorong ekspor berbagai komoditas pertanian lainnya ke sejumlah negara.
Pekan lalu, pihaknya memfasilitasi ekspor selada dari Gapoktan Lembang Agri, kopi dari wilayah Cipada, serta produk pertanian dari kawasan Tangkuban Parahu ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Baca Juga:IEU-CEPA Bakal Dongkrak Ekspor hingga Tumbuhkan Ekonomi RI, Ini Alasannya!Mendag Optimis Pertumbuhan Ekspor Capai 9,6 Persen di 2029, Ini Alasannya!
Sementara itu, kopi asal Kecamatan Gununghalu dengan merek Java Halu juga menunjukkan kinerja positif di pasar global. Produk kopi tersebut telah menembus pasar Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Australia, Jerman, hingga sejumlah negara Eropa lainnya.
