Mendag Optimis Pertumbuhan Ekspor Capai 9,6 Persen di 2029, Ini Alasannya!

Mendag Optimis Pertumbuhan Ekspor Capai 9,6 Persen di 2029, Ini Alasannya!
Ilustrasi pekerja menyusun keranjang buah manggis (Garcinia mangostana) dari Pasaman, Sumbar untuk diekspor ke Malaysia di Pelabuhan Petak Panjang Dumai, Riau, Sabtu (29/11/2025). Foto: Antara
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengaku optimis ekspor Indonesia bakal mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Bahkan, Mendag menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia di angka 9,6 persen pada tahun 2029 mendatang. Itu disampaikan Mendag dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Senin (1/12).

“Karena hitung-hitungan kami, ketika tahun ini (target ekspor mencapai) 7,1 persen, kemudian tahun depan sekitar 7,09 persen dan seterusnya sampai tahun 2029 itu 9,6 persen,” ujarnya, dikutip Selasa (2/12/2025).

Baca Juga:Tangani Dampak Bencana Sumatera, Kemenkeu Akui Siap Tambah Anggaran BNPBPerkuat Pelayanan Libur Nataru, KAI: 35 Trainset Baru Siap Beroperasi

Budi mengaku optimis target tersebut dapat tercapai, lantaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada tahun 2025.

Sementara, saat ini capaian ekspor Indonesia berada di angka 6,96 persen, angka tersebut sangat mendekati target 7,1 persen yang diharapkan dapat tercapai pada akhir tahun 2025 ini.

Dengan capaian tersebut, kata dia, target pertumbuhan ekonomi 8 persen sangat memungkinkan untuk tercapai.

“Jadi kita sudah simulasi, kita hitung-hitung berapa yang dibutuhkan pertumbuhan ekspor kita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen,” kata Budi.

Sebagai informasi, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso telah berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas kementerian guna meningkatkan kualitas dan nilai ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, salah satu bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pertumbuhan ekspor itu, melalui adanya kerja sama antara pihaknya dengan dengan Kementerian UMKM.

Melalui kerja sama ini, kata dia, pihaknya mengharapkan mampu memperkuat daya saing pelaku UMKM, memperluas akses pasar mereka, dan memastikan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

Baca Juga:Menteri UMKM Soal Substitusi Pedagang Thrifting: Step by StepGubernur Jateng Kirim Bantuan untuk Korban Bencana ke Sumatera Senilai Rp1,3 Miliar 

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kemendag dan Kementerian UMKM juga bersinergi untuk mendorong UMKM agar naik kelas dan kedua instansi juga akan menyelaraskan kebijakan untuk memperkuat daya saing UMKM.

Di sisi lain, kedua kementerian juga turut membahas sejumlah upaya penguatan produk UMKM serta tindak lanjut atas maraknya impor pakaian bekas dan barang tanpa label yang berpotensi mengganggu UMKM.

0 Komentar