Rohmat menegaskan bahwa pelepasliaran Elang Jawa ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Indonesia bersama para pihak terutama peneliti, pemerhati, dan pegiat konservasi Elang Jawa dalam menjaga dan memulihkan kekayaan hayati Indonesia. Keberhasilan konservasi Elang Jawa ini juga disebutnya tidak lepas dari kerja sama lintas pihak.
“Upaya ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, dan masyarakat. Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus melindungi hutan dan satwa liar, karena kelestarian mereka adalah cerminan masa depan kita bersama. Mari kita jaga agar Elang Jawa dapat terus terbang bebas di langit Nusantara,” katanya.
Adapun pelepasliaran ini merupakan bagian dari Pekan Tiga Dekade Konservasi Elang Jawa setelah sebelumnya dilaksanakan Lokakarya beserta Pameran di kawasan Kota Bogor. Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui kolaborasi Kementerian Kehutanan bersama Raptor Indonesia, Burung Indonesia, serta dukungan PT Djarum.
Baca Juga:Manajemen Persib Enggan Dulu Bahas Perpanjangan Kontran Bojan Hodak, Ini Alasannya!Persib Tambah Amunisi: Rumor Sebut Joey Pelupessy, Tapi yang Datang Malah Marteen Paes!
Chief Operating Officer PT Djarum, Victor Rachmat Hartono, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan upaya konservasi Elang Jawa di Indonesia.
Menurutya, sinergisitas ini juga menjadi fondasi penting agar habitat Elang Jawa dapat terus berkembang dan pesonanya dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
“Kami mendukung komitmen pemerintah dalam membangun sistem yang terus tumbuh melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan keberlanjutan. Semangat untuk mendorong upaya konservasi Elang Jawa kini telah berkembang dari program perlindungan keanekaragaman hayati dan habitat menjadi pendekatan konservasi yang lebih luas dan terintergrasi,” katanya.
