JABAR EKSPRES – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), mengaku akan menurunkan tim gabungan untuk mengungkap kasus satpam ditemukan meninggal di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.
Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, bahwa pihaknya telah memerintahkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk terus melakukan investigasi terhadap kasus tersebut.
“(Kasus satpam ditemukan meninggal di Waduk Jatiluhur) Purwakarta saat ini masih dalam proses. Kita sudah perintahkan jajaran, termasuk Pak Dirkrimum. Para penyidik (juga) sudah dipanggil untuk gelar perkara hasil investigasi sementara, mulai dari olah TKP,” katanya Kamis (30/7/2026).
Baca Juga:Soal Kasus Satpam Ditemukan Tewas di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Geng MotorBelasan Saksi Diperiksa Pasca Seorang Satpam Ditemukan Meninggal Dunia di Waduk Jatiluhur
Dalam kasus ini, diketahui seorang satpam bernama Sumarna (40), ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan. Tangannya terikat borgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta pada beberapa waktu lalu.
Untuk itu, kata Pipit, hasil gelar perkara nantinya akan dijadikan bahan evaluasi bagi jajarannya, guna mengungkap kasus tersebut.
“Ini tentunya akan menjadi evaluasi kita, kita akan menurunkan tim gabungan untuk mem-backup (membantu) Polres Purwakarta agar mudah-mudahan ini cepat terungkap,” ucapnya.
Sementara disinggung apakah ada indikasi kekerasan dalam kasus tersebut, Pipit menuturkan bahwa jajaranya masih melakukan proses penyelidikan.
“Diduga ada luka karena benturan benda keras, atau meninggal sebelum dibuang ke dalam air ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, aparat kepolisian masih melakukan proses penyelidikan terhadap seorang satpam yang ditemukan meninggal dunia dengan keadaan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.
Dikatakan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, pihaknya melalui jajaran Polres Purwakarta, saat ini telah memeriksa belasan saksi untuk dimintai keterangannya.
Baca Juga:Ambil Langkah Tegas, Tiga Anggota Polda Jabar Disanksi Patsus usai Intimidasi Satpam Bunderan HISatpam RS Harapan Keluarga Diduga Dipecat Tanpa Teguran Usai Dinilai Kurang Senyum, DPRD Sumedang Buka Suara
“Sudah ada kurang lebih sebelas saksi yang sudah diperiksa oleh Polres Purwakarta. Di mana, tujuannya untuk mencari keterangan-keterangan pada saat sebelum kejadian dan juga pasca kejadian,” ucapnya di Mapolda Jabar, Senin (27/7).
Selain belasan saksi, Hendra juga mengatakan tim penyidik Polres Purwakarta juga telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.
“Kita juga sudah mendapatkan beberapa rekaman CCTV yang sudah kita lakukan pemeriksaan. Dan kami (masih) butuh waktu untuk bisa mengungkap kasus kejadian ini,” tuturnya. (San)
