Reza menilai penyandang disabilitas memiliki banyak peluang untuk masuk ke dunia usaha, terutama di sektor industri kreatif, kerajinan, hingga konten digital.
“Sebetulnya banyak. Industri kria, industri kerajinan, juga digital. Banyak orang butuh self-improvement, self-healing. Ini yang sebetulnya mereka punya kemampuan lebih untuk cerita lewat e-book, lewat buku, lewat Youtube, banyak hal yang bisa menginspirasi,” jelasnya.
Ia mencontohkan seorang tunanetra yang ditemuinya, yang merupakan pengajar Qur’an Braille. Menurutnya, pengalaman hidup seperti itu sangat bernilai dan bisa dikembangkan menjadi karya digital.
Baca Juga:Masteci Bangun Panggung Inklusif di Cimahi, dari Teater Tuli hingga Drama Musikal ‘Impian Tak Terlihat’Dengan 107 Kasus, Kanker Payudara Jadi Penyakit Terbanyak Diderita Perempuan di Cimahi Sepanjang 2024
“Ini hal-hal yang bisa dijual. Sekarang eranya produk digital,” tambahnya.
Reza menegaskan bahwa HIPMI Cimahi berkomitmen merangkul penyandang disabilitas, bukan hanya sebagai bentuk dukungan sosial, tetapi juga sebagai bagian dari misi besar organisasi.
“Support HIPMI hari ini tentu menjadi bukti komitmen kami. Karena apa sih yang dicari pengusaha selain kebermanfaatan? Kalau sekedar uang, nggak akan ada habisnya. Tapi ada kebahagiaan yang tidak didapat dari sekedar uang,” pungkasnya. (Mong)
