Masteci Bangun Panggung Inklusif di Cimahi, dari Teater Tuli hingga Drama Musikal ‘Impian Tak Terlihat’

Masteci Bangun Panggung Inklusif di Cimahi, dari Teater Tuli hingga Drama Musikal ‘Impian Tak Terlihat’
Penampilan Drama Musikal di Hepi Fest yang Dilatih dan Dikonsep oleh Masyarakat Teater Cimahi (Masteci) (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di sudut Kota Cimahi, ada ruang kecil yang perlahan berubah menjadi panggung besar bagi siapa saja yang ingin didengar. Ruang itu bernama Masyarakat Teater Cimahi, atau yang akrab disebut Masteci.

Di tangan para penggeraknya, terutama sang Ketua Ricky Angga Maulana, teater tidak lagi sekadar panggung penuh lampu melainkan tempat pulang bagi anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga penyandang disabilitas yang ingin mengekspresikan diri.

Ricky mulai bercerita tentang perjalanan panjang komunitas ini. Masyarakat Teater Cimahi lahir bukan dalam sekali hentak, tetapi tumbuh dari kegelisahan sederhana, teater sekolah di Cimahi dulu hampir sepenuhnya hidup sebagai ekstrakurikuler dengan ruang gerak yang sangat terbatas.

Baca Juga:UPTD Metrologi Cimahi Sidak SPBU Tindak Lanjuti Aduan MasyarakatDishub Cimahi Pasang ETLE Baru di Jalan Gandawijaya, Anggaran Capai Rp1,29 Miliar

“Jadi, masyarakat teater Cimahi itu wadah himpunan teater-teater di Cimahi. Dulu itu di teater Cimahi hampir 100 persen itu adalah eskul. Jadi kegiatannya terbatas,” ujar Ricky saat membuka kisahnya pada Jabar Ekspres, Sabtu (13/12/25).

Pada 2016, mereka membentuk Forum Teater Pelajar. Dua tahun kemudian, cakupan itu diperluas hingga lahirlah Masteci. Kini, di 2025, komunitas itu telah bertransformasi menjadi yayasan resmi, langkah yang memperkuat pijakan hukum dan visi besar mereka.

“Sampai sekarang 2025 Alhamdulillah kita sudah punya lembaga hukum berbentuk yayasan. Landasan hukumnya untuk memperkuat lagi kegiatan kita, ruang lingkup kita, berteater,” kata Ricky.

Ricky mengakui, perjalanan tak selalu mudah. Pandemi Covid-19 membuat kegiatan seni terpukul, terutama bagi anak-anak yang mulai kehilangan kepercayaan orang tua untuk berkegiatan di luar rumah.

“Maka dari itu Masteci berusaha menjadi lembaga yang mewadahi minat bakat anak-anak tapi tetap dapat kepercayaan orang tua,” ucapnya.

Dari pentas hingga workshop, hampir setiap tahun Masteci menghadirkan ruang tumbuh bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Yang paling meriah adalah perayaan Hari Teater Dunia, sebuah momen yang mereka rayakan dengan penuh kreativitas. Tahun lalu, mereka menyulap GOR Sangkuriang menjadi panggung megah yang tak kalah dari gedung seni profesional.

Baca Juga:Kejari Cimahi Sabet Lima Penghargaan dan Peringkat II Terbaik se-Jawa BaratMeski Keterbatasan Anggaran, Pemkot Cimahi Tegaskan Sektor Kebudayaan Tidak Boleh Terpinggirkan

Salah satu tonggak penting Masteci adalah keberaniannya membuka jalur inklusif. Teater bukan hanya untuk mereka yang lengkap pendengaran dan penglihatan, melainkan untuk semua indra, terutama hati.

0 Komentar