JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat 107 kasus kanker payudara yang dialami warga sepanjang tahun 2024. Angka ini menempatkan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Kota Cimahi, sekaligus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, dr. Dwihadi Isnalini. Ia menjelaskan, ratusan kasus tersebut terdata dari pemeriksaan langsung ke dokter maupun konsultasi di puskesmas yang kemudian dirujuk ke dokter onkologi di RS Cibabat dan rumah sakit lainnya.
“Ada 107 kasus kanker payudara di tahun 2024. Angka ini berasal dari warga yang langsung periksa ke dokter, ada juga yang konsul ke puskesmas karena timbul benjolan hingga dilakukan rujukan ke dokter onkologi di RS Cibabat atau rumah sakit lainnya,” jelasnya, Jum’at (12/12/25).
Baca Juga:Manajemen Persib Enggan Dulu Bahas Perpanjangan Kontran Bojan Hodak, Ini Alasannya!Persib Tambah Amunisi: Rumor Sebut Joey Pelupessy, Tapi yang Datang Malah Marteen Paes!
Dwihadi menegaskan bahwa skrining dan deteksi dini merupakan langkah yang tidak bisa ditawar untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh.
“Jadi diupayakan lebih baik mencegah. Masyarakat, khususnya perempuan, harus melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko kanker payudara ini,” ujarnya.
Untuk mendukung deteksi dini, seluruh 13 puskesmas di Kota Cimahi kini sudah dilengkapi alat USG (Ultrasonografi) yang bisa digunakan untuk memeriksa potensi kanker payudara. Tenaga medisnya pun telah dibekali pelatihan khusus.
“Tenaga medisnya sudah diberikan pelatihan deteksi dini kanker payudara menggunakan USG. Alhamdulillah kita didukung Priangan Cancer Care untuk melatih tenaga medis dari 13 puskesmas tersebut,” tambahnya.
Selain skrining, Dwihadi juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dapat membantu mencegah munculnya kanker payudara.
“PHBS itu penting sekali. Selain mencegah penyakit, juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan,” katanya.
Jika seseorang sudah terdiagnosis kanker payudara, ia mendorong agar pasien segera melakukan pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga:Menanti Sanksi AFC, Persib Dipastikan Tanpa Penonton di Babak 16 Besar ACL Two?Ruang Ganti Makin Solid, Ramon Tanque Buktikan Diri di Momen Penting
“Penanganan lanjutan biasanya tergantung hasil tes. Ada yang dilakukan operasi, ada yang kemoterapi, atau cukup dengan obat-obatan,” jelasnya.
Bersama Dinkes Kota Cimahi, Priangan Cancer Care menggelar Seminar dan Workshop Kesehatan bertajuk ‘Lebih Dekat Dengan Kelainan Payudara’ di Puskesmas Leuwigajah.
