UPTD Metrologi Cimahi Sidak SPBU Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Petugas UPTD Metrologi Legal Cimahi saat Melakukan Pengawasan di Sejumlah SPBU usai Adanya Aduan Masyarakat (m
Petugas UPTD Metrologi Legal Cimahi saat Melakukan Pengawasan di Sejumlah SPBU usai Adanya Aduan Masyarakat (mong)
0 Komentar

Telepon: 022-20671177Email: metrologi@cimahikota.go.idMedia sosial resmi YouTube dan Instagram

“Silakan sampaikan ke kami. Sebisa mungkin akan kami tindak cepat,” katanya.

Sementara itu, Supervisor SPBU 3440520 Pojok Cisangkan, Dadan Sujana mengapresiasi kegiatan pengawasan tersebut. Ia menilai langkah itu penting untuk menjaga akurasi takaran BBM dan kepercayaan publik.

Baca Juga:Gunakan Metode Sling Load, Pertamina Gerak Cepat Pasok LPG ke Daerah Bener Meriah Petir Hantam Rumah di Cikalongwetan, Seorang Mahasiswa Terluka

“Pengawasan ini penting untuk memastikan semuanya sesuai standar. Di SPBU kami, alhamdulillah takaran selalu pas,” ujarnya.

Dadan menambahkan, pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah memastikan kejujuran dalam pelayanan SPBU.

“Supaya tidak ada kecurangan, dan hitungan per liternya pasti pas juga. Serupa dengan slogan Pertamina: ‘pasti pas’. Di kita enggak pernah ada minus di atas toleransi. Pengawasan seperti ini menjaga kestabilan literan,” tuturnya.

Menurutnya, SPBU Pojok Cisangkan menjalankan kewajiban pelaporan secara berkala.

“Sekarang juga lagi berjalan seminggu dua kali kita laporan,” ungkapnya.

Soal kondisi mesin pengisian, Dadan menyebutkan bahwa meskipun mesin tidak tergolong baru diproduksi sekitar tahun 2006–2007, semua perangkat masih dalam kondisi baik dan berfungsi normal.

Untuk momen Nataru, ia mengakui adanya peningkatan penjualan yang cukup signifikan.

“Ada, (peningkatan) pasti signifikan. Banyak yang mudik atau berperjalanan. Paling besar di Pertalite sama Solar. Biasanya peningkatan penjualan sekitar 10 sampai 20 persen,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa pemeriksaan metrologi tidak mengganggu operasional SPBU.

“Enggak keganggu. Penjualan tetap berjalan, enggak ada yang ditutup,” ujarnya.

Ketika ditanya soal modus kecurangan di SPBU lainnya, Dadan menyebut salah satu praktik yang kerap diketahui.

Baca Juga:Kapal Pertamina Terus Bergerak: Antarkan Energi dan Harapan ke SumatraFitri Salhuteru Penuhi Panggilan Polda Jabar Terkait kasus Pencemaran Nama Baik 

“Kecurangannya biasanya pakai alat di mesin, ada alat sesuatu buat ngatur literannya. Tapi itu di luar kita, ya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa cara paling aman bagi masyarakat adalah mengisi BBM di SPBU resmi Pertamina.

“Yang pasti mah datang ke Pertamina. Di Cimahi alhamdulillah aman-aman saja karena kita dikontrol sama Metrologi. Seminggu dua kali laporan. Insyaallah di Cimahi aman,” tutupnya. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar