JABAR EKSPRES – Penetapan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, sebagai tersangka kasus penyalahgunaan jabatan oleh aparat penegak hukum langsung memantik gelombang kekecewaan dari warga Kota Bandung.
Di berbagai sudut kota, dari pasar, pemukimam, hingga ruang diskusi warga, publik menilai kasus ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan tanda bahwa integritas di teras pemerintahan Kota Bandung sedang berada pada titik kritis.
Di kawasan Kosambi, Asep (46), pedagang kelontong, mengaku tidak kaget.
“Sudah lama ngerasa ada yang nggak beres. Engga sejalan sama provinsi, cuman janji-janji, sampai sekarang juga gak tau perubahan-perubahan apa yang udah dilakukan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (11/12).
Baca Juga:Petir Hantam Rumah di Cikalongwetan, Seorang Mahasiswa TerlukaKapal Pertamina Terus Bergerak: Antarkan Energi dan Harapan ke Sumatra
Nada serupa muncul dari Rina (32), seorang pekerja swasta di Antapani. “Gak ada yang beres, sebelumnya korupsi lah, sekarang tersangka lagi. Capek gak sih, setiap pemimpin baru ada we yang jadi tersangka teh,” ujarnya.
Di media sosial, respons warga justru lebih keras. Sejumlah komentar menyebut penetapan tersangka ini sebagai “tanda alarm kebocoran integritas yang selama ini dibiarkan”.
Banyak pula yang mempertanyakan efektivitas pengawasan internal Pemkot Bandung yang dianggap lemah, sehingga dugaan penyalahgunaan jabatan bisa berlangsung tanpa terdeteksi.
Seorang aktivis komunitas transparansi pemerintahan, Dani Pradipta, menilai kasus ini menghilangkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.
“Percuma bicara reformasi birokrasi kalau pejabat tinggi malah mempraktikkan penyalahgunaan kewenangan. Ini seperti tamparan keras bagi publik. Warga berhak marah.” tegasnya
Kekecewaan juga datang dari warga muda. Nadya (23), mahasiswa asal Cibiru, mengatakan generasi muda makin sulit percaya pada proses politik lokal apabila integritas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh level pemimpin Kota Bandung tidak dilakukan.
“Kalau yang duduk di kursi strategis saja bisa tergelincir, bagaimana masyarakat bisa yakin ada masa depan yang bersih? sedih sih,” ungkapnya
Baca Juga:Fitri Salhuteru Penuhi Panggilan Polda Jabar Terkait kasus Pencemaran Nama Baik Hutan Kritis, Ancaman Bencana Makin Nyata!
Beberapa warga bahkan menilai kasus ini bukanlah kejadian tunggal, tetapi refleksi dari pola lama yang tak kunjung dibenahi.
Meski begitu, sebagian warga tetap berharap proses hukum berjalan transparan dan tidak menjadi sekadar pertunjukan sesaat. Hal ini guna terciptanya reformasi total di teras Pemkot Bandung.
