Viral Pria Tak Dikenal Teriak ‘Kiamat’ Pakai Toa Masjid, Warga Terkejut

Viral Pria Tak Dikenal Teriak ‘Kiamat’ Pakai Toa Masjid, Warga Terkejut
Viral Pria Tak Dikenal Teriak ‘Kiamat’ Pakai Toa Masjid, Warga Terkejut
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jagat maya kembali dihebohkan oleh sebuah rekaman CCTV yang menunjukkan seorang pria masuk ke Masjid Al-Istianah di Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalem, Kecamatan/Kota Sampang.

Dalam video yang tersebar luas di media sosial itu, pria tersebut tiba-tiba mengambil mikrofon dan mengumumkan bahwa kiamat telah tiba menggunakan pengeras suara masjid.

Rekaman itu memperlihatkan pelaku mengenakan baju putih lengan pendek dan sarung hitam, berdiri di area khusus takmir sambil memegang toa.

Baca Juga:OJK Jawa Barat Memperkuat Akses Keuangan Bagi UMKM Kabupaten GarutTelkom Akses Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera

Suasananya tampak lengang sebelum akhirnya beberapa warga datang dan segera menghentikan aksinya.

Mereka kemudian mengamankan pria tersebut keluar masjid agar situasi kembali kondusif.

Dalam rekaman lain yang ikut beredar, terdengar jelas pria itu meminta warga untuk keluar dari rumah karena kiamat sudah terjadi.

Konten tersebut memicu reaksi beragam dan membuat kejadian ini cepat viral di jagat maya.

Polisi Pastikan Pelaku Merupakan ODGJ

Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan insiden tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pria berinisial SR, warga Jalan Imam Ghozali Gang II, Kelurahan Gunung Sekar, merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Berdasarkan informasi dari keluarga, SR pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Baca Juga:Mekar Lodji Parahyangan Resmi Luncurkan Show Unit Tipe BougenvilDua Tahun Pakai BRI Easy Card, Nasabah Akui Bunga Ringan dan Proses Cepat

Bahkan, terdapat bukti registrasi resmi dengan Nomor RM 075160 tertanggal 12 September 2024, yang menguatkan status medisnya sebagai ODGJ.

“Kami sudah menyerahkan SR kepada pihak keluarga. Selanjutnya ia dibawa ke RSUD dr. Mohammad Zyn untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Eko.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan terkait video viral tersebut.

Pihak berwenang memastikan kejadian ini tidak berkaitan dengan isu keagamaan atau gangguan keamanan, melainkan murni tindakan dari seorang warga dengan kondisi kesehatan mental yang tidak stabil.

0 Komentar