Tingkatkan Ekonomi, Digitalisasi UMKM Lewat QRIS Terbukti Buat Investasi Lebih Efisien

Tingkatkan Ekonomi, Digitalisasi UMKM Lewat QRIS Terbukti Buat Investasi Lebih Efisien
Seorang pengunjung tengah melakukan pembayaran menggunakan QRIS. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Riset terbaru dari Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital khususnya sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berperan besar dalam meningkatkan efisiensi investasi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi, menjelaskan bahwa digitalisasi memiliki hubungan positif dengan efisiensi penggunaan modal.

Hal itu tercermin dari Incremental Capital Output Ratio (ICOR) pada sektor-sektor yang telah terdigitalisasi, yang berada di level 4,3, jauh lebih rendah dibandingkan ICOR nasional yang masih 6,6.

Baca Juga:Industri Mebel Serukan Penguatan Made in Indonesia, Dorong Daya Saing NasionalIndustri Kosmetik Indonesia Melesat, Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Baru

“Digitalisasi bukan hanya peningkatan teknologi. Ini adalah fondasi penting yang dapat mendorong produktivitas, memperkuat daya saing UMKM, dan menjadi pilar utama transformasi ekonomi jangka panjang Indonesia,” kata Gundy dikutip dari ANTARA, Senin (8/12).

ICOR merupakan indikator makroekonomi yang mengukur seberapa besar investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit pertumbuhan ekonomi atau produk domestic bruto (PDB).

Semakin kecil nilai ICOR, berarti investasi yang dikeluarkan semakin efisien dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, angka ICOR yang tinggi menandakan biaya investasi yang semakin mahal untuk meningkatkan ekonomi.

Menurut Gundy, meningkatnya efisiensi tersebut tidak lepas dari pesatnya adopsi QRIS, yang kini menjadi instrumen pembayaran nontunai paling dominan di Tanah Air.

Per semester I 2025, nilai transaksi QRIS mencapai Rp579 triliun, dengan 41 juta merchant, dan 93,16 persen di antaranya merupakan UMKM.

Digitalisasi melalui QRIS dinilai bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM naik kelas.

Gundy menyebut QRIS berpotensi menjadi solusi untuk mengatasi fenomena hollow middle, yaitu kondisi di mana jumlah usaha menengah sangat kecil dibanding dominasi usaha mikro dan perusahaan besar.

Baca Juga:Menembus Pasar Ekspor, Mendag Dorong Petani Genjot Produksi Pangan Jelang Negosiasi ke China, Purbaya dan Danantara Intensif Matangkan Strategi Penyelesaian Utang Whoosh

“Adopsi QRIS melonjak pesat dalam lima tahun terakhir. Perkembangan ini membantu UMKM mengelola keuangan dengan lebih baik, mengurangi risiko keamanan, serta memberikan kenyamanan pembayaran nontunai bagi konsumen,” ujarnya.

Lebih jauh, Gundy menekankan bahwa data transaksi dari QRIS dapat dimanfaatkan sebagai dasar alternative credit scoring. Ini membuka peluang pembiayaan bagi UMKM yang selama ini sulit mengakses kredit formal karena kurangnya agunan atau tidak memiliki riwayat kredit.

0 Komentar