JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang inklusif dan partisipatif. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelibatan generasi muda serta penguatan ruang-ruang aman bagi kelompok disabilitas.
Komitmen itu tercermin dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang dikemas melalui Hepi Fest Cimahi yang digelar di Auditorium Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Minggu (7/12/2025) malam.
Acara ini menjadi perhatian serius pemerintah, sebagai bagian dari strategi meningkatkan indeks kebahagiaan warga sekaligus memperluas akses kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga:Wali Kota Ngatiyana Tegaskan Komitmen Lapangan Kerja Inklusif Bagi Disabilitas di CimahiDBD Mengintai di Tengah Cuaca Ekstrem, 308 Kasus Tercatat di Cimahi Sepanjang 2025
“Bukan kebahagiaan itu materi, tapi salah satunya adalah memberikan kesempatan yang sama bagi disabilitas,” ujar Wali Kota Cimahi, Ngatiyana usai menghadiri kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa konsep kota bahagia tidak dapat dilepaskan dari prinsip inklusivitas. Menurutnya, ketika kelompok disabilitas memperoleh ruang yang setara dalam berbagai aspek kehidupan, maka kualitas kebahagiaan masyarakat secara keseluruhan juga akan meningkat.
Menjawab pertanyaan terkait apakah Cimahi telah menjadi kota ramah disabilitas, Ngatiyana menyatakan keyakinannya dengan penuh optimisme.
“Ramah. Termasuk di Unjani juga, alhamdulillah di sini ramah terhadap disabilitas. Mudah-mudahan nanti di tempat-tempat yang lain kita sediakan ya, termasuk untuk pelayanan-pelayanan terhadap disabilitas,” katanya.
Ngatiyana juga mengapresiasi keterlibatan penuh penyandang disabilitas dalam seluruh rangkaian penampilan Hepi Fest.
“Alhamdulillah Pemerintah Kota Cimahi juga konsen terhadap hal ini. Alhamdulillah, semua penampilan-penampilan yang diatraksikan hari ini, semua ada dari disabilitas, termasuk Sekolah Rakyat yang merupakan program dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, tampil di hadapan kita bersama,” ucapnya.
Ia menilai keberanian siswa Sekolah Rakyat tampil di ruang publik mencerminkan keberhasilan pembinaan karakter yang dilakukan selama ini.
Baca Juga:Sedikitnya 1.000 peserta Disabilitas Meriahkan Kegiatan Fun walk di Peringatan HDI Tingkat Kota CimahiHujan Deras Tutup Intake BLUD Cimahi: Suplai Air Baku Sempat Terhenti Akibat Sedimen dan Sampah
“Ternyata anak-anak Sekolah Rakyat yang kita bina selama dua bulan mau tampil dan berani tampil, sehingga dia tidak memiliki perasaan yang minder, tetapi siap menjadi pemimpin masa depan,” lanjut Ngatiyana.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan nasional yang kini telah terealisasi di Cimahi.
“Ini program nasional, program Bapak Prabowo Subianto yang bisa diapresiasikan. Nyatanya bisa di Cimahi,” bebernya.
