JABAR EKSPRES – Satu unit rumah mengalami kerusakan parah akibat pergerakan tanah di Dusun Jagabaya, Desa Jagabaya, Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Akibat musibah itu, pemilik runah terpaksa harus mengungsi.
Sekretaris Desa Jagabaya Syarif Ruhimat, memastikan bahwa rumah milik Yaya Rachmat di RT 03/03, Desa Jagabaya, kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Retakan-retakan lebar dan dalam terlihat jelas di hampir seluruh bagian dinding, sementara pondasinya tampak bergeser.
“Dampak pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan bagian lantai juga menjadi tidak rata dan acak-acakan,” papar Syarif, Minggu (7/12/2025).
Baca Juga:Longsor Putuskan Jalur Nanggerang–Mukapayung, Pemda KBB Alihkan BTT untuk Perbaikan DaruratTembok Penahan Tanah di Lembang Jebol, 3 Rumah Rusak Tertimpa Longsor
Kondisi itu, lanjutnya, membuat bangunan sama sekali tidak layak huni dan berbahaya, terutama jika diguyur hujan deras yang berpotensi memicu keruntuhan.
Ancaman itu memaksa dua Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari lima anggota keluarga itu meninggalkan rumah mereka. Mereka terpaksa mengungsi dan mencari perlindungan sementara di rumah kerabat terdekat yang dinilai lebih aman.
“Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Taruna Siaga Bencana (Tagana), unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Panawangan, dan Pemerintah Desa Jagabaya segera turun tangan,” katanya.
Tim berhasil mengevakuasi seluruh anggota keluarga ke tempat yang lebih aman. Pergerakan tanah susulan masih mengancam dan memperburuk kerusakan yang ada, bahkan mengancam bangunan di sekitarnya.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Meski rumahnya rusak, yang penting jiwa mereka selamat,” tegasnya.
Syarif Ruhimat menjelaskan lebih lanjut bahwa pergerakan tanah di wilayahnya dipicu oleh interaksi kompleks faktor geologi dan hidrologi.
Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir disebut sebagai pemicu utama. Air hujan yang meresap ke dalam tanah meningkatkan kadar kelembaban dan tekanan pori pada lapisan tanah, mengurangi daya ikat partikel tanah dan akhirnya memicu pergerakan.
Baca Juga:Longsor Beruntun Timpa Buninagara Kabupaten Bandung Barat, Puluhan Rumah Terancam dan Akses Warga TerputusBupati Bandung Tinjau Lokasi Longsor di Arjasari, Tiga Warga Masih dalam Pencarian
Kondisi drainase di sekitar lokasi yang kurang optimal diduga turut memperparah situasi, karena air tidak dapat dialirkan dengan baik sehingga terjadi akumulasi di dalam tanah.
“Kerugian ditaksir mencapai Rp 25 juta akibat kerusakan parah pada asset tempat tinggalnya. Kerugian itu belum termasuk beban psikologis dan biaya hidup sementara di tempat pengungsian,” ujarnya. (CEP)
