JABAR EKSPRES – Rencana pengadaan Bus Sekolah oleh Pemprov Jabar 2026 nampaknya dibatalkan. Anggaran dialihkan ke rehab ruang kelas.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, Senin (1/12). “Tidak jadi (alokasi anggaran Bus Sekolah. Red), karena dialokasikan ke untuk rehab,” katanya saat ditemui di SMKN 1 Bandung.
Menurut Purwanto, program Bus Sekolah dinilai masih belum mendesak dibandingkan program lain. Makanya anggaran dialihkan. “Bus sekolah penting tapi karena rehab lebih penting maka kami pindahkan ke rehab,” ujarnya.
Baca Juga:Debut Manis Alfeandra Dewangga, Bojan Hodak Puji Perubahan Sikap dan Kualitasnya di PersibSport Tourism Menggema, Malang Century Journey 2025 Tuntaskan Rute 100 Mile dengan Meriah
Sebelumnya, Pemprov Jabar berencana menghadirkan Bus Sekolah. Sarana transportasi itu masih dalam pembahasan.
Rencana pengadaan bus itu nampak dari rancangan belanja daerah yang dipaparkan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat Paripurna, Jumat (31/10).
Dalam rancangan belanja yang masih di tahap KUA dan PPAS 2026 itu, tercantum program Bus Sekolah di sektor pendidikan. Nilainya juga tidak sedikit, yakni Rp10 miliar.
Di sisi lain, sektor pendidikan dalam rancanan APBD 2026 juga mendapat pagu anggaran yang cukup besar, total tembus Rp 6,30 triliun.
Selain untuk bus sekolah, anggaran itu terdistribusi untuk beberapa program dan kegiatan. Di antaranya, untuk hibah BOS Sekolah Swasta Rp 1,725 triliun.
Kemudian BOS untuk sekolah negeri Rp 1,544 triliun, tunjangan profesi guru Rp 1,476 triliun, BOPD untuk SMA/K/SLB Negeri Rp 773 miliar.
Pembangunan 50 unit sekolah baru Rp 234 miliar. Beasiswa peserta didik (konversi BPMU) Rp 120 miliar, belanja alat peraga praktek sekolah SMAN Rp 113 miliar.
Baca Juga:Misi Kebangkitan Persib Dimulai di Madura: Tiga Poin Harga Mati!Habis Sudah Kesabaran Bojan Hodak, Beberapa Pemain Persib Bakal Didepak!
Berikutnya pembangunan ruang kelas baru Rp 100 miliar. BOPD SMA/K/SLB Negeri non pegawai Rp 39 miliar. Penyelenggaraan Porprov dan Peparda 2026 Rp 30 miliar.(son)
