JABAR EKSPRES – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, terus melakukan pendalaman terhadap laporan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Iwa Wahyudin sebagai pelopor.
Berdasarkan informasi yang didapat, dugaan kasus ini bermula saat Iwa Wahyudin pada tanggal 5 Februari 2025 resmi melaporkan objek perkara postingan atau unggahan di media sosial atas nama akun @dr okypratama yang memfitnah dengan narasi berupa kata-kata pabrik kosmetik milik mafia skincare dengan fotonya merupakan pabrik PT Ratansha Purnama Abadi milik pelapor.
Kini tim penyidik pun telah memeriksa sejumlah saksi termasuk salah satunya Dokter detektif alias Doktif (dr Samira), yang diperiksa pada Kamis 27 November 2025 lalu.
Baca Juga:PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Pelayanan Terbaik Penyaluran Gas BumiAnugerah Kebudayaan Cimahi Soroti Urgensi Pelestarian Aksara Sunda Lewat Pendidikan
“Saya ke sini (Polda Jabar) sebagai saksi untuk menjelaskan bahwa ada konten yang dilakukan lewat podcast oleh DRL. Jadi Jangan dipelintir menjadi tersangka,” katanya
Menurut Doktif, dirinya mendatangi Mapolda Jabar dikarenakan adanya undang sebagai saksi terkait laporan dugaan kasus tersebut. Namun Doktif sempat menyinggung menyinggung terkait tahun ini menjadi tahun terburuk untuk DRL.
“Semua karma menjemput dia. Tak ada di sini (manusia) yang kebal hukum ya. Saya menilai Polda Jabar tegak lurus dan enggak ada itu Polda Jabar disetir orang tertentu termasuk Polda Metro Jaya berjalan tegak lurus sejauh ini. Dan, kami percayakan ke penyidik untuk bisa bekerja seadil-adilnya,” ujarnya
Disinggung terkait apa saja yang tadi sempat dia ungkap ke penyidik, Doktif menegaskan semua sudah dijelaskan ke penyidik Polda Jabar khususnya kaitan dengan postingan dalam kasus ini.
“Tadi, saya hanya mendapat sekitar tiga pertanyaan sih. Sedikit banget. Makanya cepat pemeriksaannya,” ucapnya.
Dalam kasus ini, bukan hanya doktif yang terseret, tetapi ada pula nama seperti dr Oky Pratama dan dr Richard Lee. Doktif pun sempat menyebut hubungan dengan dr Oky baik, namun karena keduanya sama-sama memiliki kesibukan, sehingga tak ada komunikasi intens. Berbeda halnya hubungan dengan dr Richard Lee yang disebut tak baik.
“Kalau dengan DRL sih memang selalu bermasalah ya doktif. Tak ada mediasi atau komunikasi sama sekali dengan DRL,” katanya.
