Wall of Champions, Ruang Kecil yang Menyimpan Jejak Kejayaan Persib Bandung

Pengunjung melihat koleksi jersei tim Persib Bandung yang dipajang pada Pameran Jersei Persib di Visual Studio
Pengunjung melihat koleksi jersei tim Persib Bandung yang dipajang pada Pameran Jersei Persib di Visual Studio Gulapadi Resto di Bandung, Kamis (11/6/2026). Sebanyak 86 koleksi jersei Persib Bandung sejak tahun 1994 milik seorang bobotoh bernama Fahri Abdul Rasyid dipamerkan, sebagai bentuk perayaan juara tiga kali beruntun. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Puluhan jersey bersejarah Persib Bandung dipamerkan dalam galeri khusus di Jalan Asia Afrika, menghadirkan perjalanan Maung Bandung dari era Perserikatan hingga hattrick juara Liga 1.

Sandi Nugraha, Kota Bandung, Jabar Ekspres

Di balik hiruk-pikuk Kota Bandung, terdapat sebuah ruangan yang disulap menjadi galeri jersey Persib Bandung. Berlokasi di Jalan Asia Afrika, galeri bertajuk Wall of Champions itu menghadirkan puluhan jersey bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Maung Bandung.

Mulai dari jersey era Liga Perserikatan dan Liga Dunhill 1994 hingga seragam yang digunakan pada musim Liga 1 2025/2026, seluruh koleksi menghiasi dinding dan sudut ruangan, membawa pengunjung menyusuri jejak prestasi Persib dari masa ke masa.

Baca Juga:Sudah Beraksi 10 Kali, Komplotan Curanmor Asal Cipatujah Dibekuk Polisi!21 Dapur MBG di Tasikmalaya Masih Berhenti, Satu SPPG Kena Suspen Akibat Sarpras Tak Memadai

Salah satu penggagas Wall of Champions, Karim Rasyaputra, mengatakan galeri tersebut dibuat sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian bersejarah Persib yang berhasil meraih gelar juara Liga 1 selama tiga musim berturut-turut, yakni 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.

“Alasan kami membuat konsep ini karena euforia juara hattrick Persib. Kami ingin menghadirkan sebuah ruang bagi para penggemar Persib, khususnya Bobotoh, Viking, dan komunitas lainnya, untuk mengabadikan momen sekaligus menikmati perjalanan sejarah klub melalui jersey-jersey yang dipamerkan,” kata Karim saat ditemui di galeri Wall of Champions, Jumat (11/6).

Berbagai jersey yang pernah dikenakan para legenda hingga pemain masa kini turut dipamerkan. Mulai dari era Sutiono Lamso hingga Eliano Reijnders, seluruh koleksi memiliki cerita dan nilai sejarah tersendiri.

Menurut Karim, setiap jersey yang dipajang merepresentasikan momen penting dalam perjalanan Persib, mulai dari gelar juara Liga Indonesia pertama, keberhasilan menjuarai ISL 2014, hingga dominasi Persib dalam tiga musim terakhir.

“Jersey-jersey yang menggantung di sini punya memorinya masing-masing. Ada yang menjadi saksi perjuangan di final ISL 2014 di Palembang, ada yang mengingatkan pada kejayaan Liga Dunhill 1994, dan ada juga yang membawa kembali euforia hattrick juara dalam tiga musim terakhir,” ujarnya.

Dari seluruh koleksi yang dipamerkan, Karim mengaku memiliki dua jersey favorit, yakni jersey era Liga Dunhill 1994/1995 dan jersey yang dikenakan Achmad Jufriyanto saat final ISL 2014.

“Kalau favorit pribadi, saya suka jersey era old school, terutama jersey Liga Dunhill 1994/1995. Itu menjadi simbol gelar juara pertama Persib di kompetisi yang diakui FIFA. Selain itu ada jersey Achmad Jufriyanto saat final ISL 2014 di Palembang. Jersey ini merupakan match-worn dan saya mendapatkannya langsung dari Achmad Jufriyanto,” ungkapnya.

0 Komentar