Pengawasan MBG Diperketat, OKKPD KBB Kerahkan Relawan Cegah Pangan Berbahaya

Tim Inafis Polres Cimahi mengambil sisa sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) penyebab puluhan siswa SMP
Tim Inafis Polres Cimahi mengambil sisa sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) penyebab puluhan siswa SMP di Cisarua keracunan. Dok Jabar Ekspres/ Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperluas jangkauan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu upaya tersebut dengan menempatkan relawan khusus yang bertugas memeriksa kualitas bahan pangan di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bandung Barat, Lukmanul Hakim menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh bahan pangan yang diolah dan disajikan kepada ribuan anak sekolah penerima manfaat benar-benar aman dikonsumsi.

Baca Juga:Misi Kebangkitan Persib Dimulai di Madura: Tiga Poin Harga Mati!Habis Sudah Kesabaran Bojan Hodak, Beberapa Pemain Persib Bakal Didepak!

“Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya kebutuhan harian bahan pangan sekaligus bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Bandung Barat,” ujar Lukmanul Hakim saat dikonfirmasi, Minggu (30/11/2025).

Dia menilai, program MBG merupakan program prioritas nasional, karena itu dalam pelaksanaannya membutuhkan standar keamanan pangan yang tinggi agar kualitas makanan tetap terjaga.

Salah satu fokus pengawasan bahan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) maupun komoditas protein hewani menjadi hal utama.

Hal ini menurut Lukman penting, mengingat setiap dapur SPPG menangani ratusan kilogram bahan pangan per hari dengan ritme distribusi cepat dan volume yang besar.

“Untuk satu SPPG saja kebutuhan hariannya bisa mencapai 220 kilogram daging ayam fillet, 150 kilogram sayuran, dan 345 kilogram buah-buahan. Kebutuhan sebesar ini menuntut sistem pengawasan yang kuat, sementara kapasitas SDM dan sarana kami masih terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan jumlah petugas resmi di OKKPD membuat pengawasan secara langsung ke seluruh SPPG sulit dilakukan setiap hari.

Karena itu, keberadaan relawan pengawas dinilai menjadi solusi efektif untuk memperluas jangkauan kontrol di lapangan.

Baca Juga:Ogah Imbang, Persib Maunya Menang!Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Para relawan ini telah mendapatkan pelatihan khusus, termasuk penggunaan alat rapid test untuk mendeteksi keberadaan residu pestisida, formalin, boraks, hingga bahan kimia berbahaya lainnya.

Dengan demikian, proses pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat dan komprehensif sebelum bahan pangan masuk ke tahap pengolahan.

“Kami ingin memastikan bahan pangan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman. Dengan adanya relawan, proses pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat dan menyeluruh,” kata Lukmanul.

Selain melakukan pengujian, relawan juga bertanggung jawab mencatat hasil pemeriksaan dan menyampaikan laporan segera jika ditemukan bahan pangan yang tidak memenuhi standar.

0 Komentar