JABAR EKSPRES, Bandung – Pusat Pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Lemdiklat Polri menggelar Seminar Policy Brief Program Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Gelombang I Tahun 2025 di Gedebage, Bandung, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan berbagai pejabat nasional dan menjadi ajang penyampaian rekomendasi strategis dari peserta PKN terkait isu ketahanan pangan dan kepemimpinan visioner.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa dan sambutan dari Kepala Pusdikmin Polda Jabar, Kombes Pol Ruly Agus Pramono, S.I.K. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan nasional.
Baca Juga:8 Rekomendasi HP RAM 16 GB Terbaik dan Terpopuler Tahun 2025Honda Forza 250: Skuter Mewah yang Tangguh untuk Harian dan Touring
“Ketahanan pangan adalah proses strategis yang tidak bisa dijalankan sendiri. Diperlukan kolaborasi pemerintah daerah, aparatur, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat agar program berjalan efektif dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Ruli menjelaskan bahwa kurikulum PKN telah dirancang menyeluruh, mulai dari manajemen strategis, kepemimpinan visioner, hingga kewirausahaan. Pembelajaran diawali dengan studi lapangan untuk memberikan pemahaman nyata terhadap tantangan pembangunan di lapangan.
“Para peserta nantinya akan kembali ke instansi masing-masing untuk menerapkan ilmu ini sekaligus memastikan bahwa program nasional berjalan optimal,” tambahnya.
Dalam sesi keynote speech, Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik, S.STP., M.M., menyoroti urgensi kepemimpinan visioner dalam menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global.
“Tema kita hari ini adalah strategi kepemimpinan visioner untuk mendukung masa depan yang stabil dan aman. Ini adalah tantangan sekaligus tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Anwar memaparkan bahwa pemerintah tengah mempercepat program strategis nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa sektor pangan, energi, dan air menjadi tiga pilar yang membutuhkan komitmen kuat dari pemimpin masa kini.
“Kementerian Pertanian telah menyelesaikan berbagai tahapan penting, termasuk penguatan lumbung pangan. Pemerintah juga bekerja sama dengan Polri untuk memastikan program berjalan transparan dan bebas penyimpangan,” tegasnya.
Baca Juga:Trump Sebut Konflik Ukraina Mengarah ke Keuntungan Rusia, Pembahasan Perbatasan Disebut Semakin Rumit6 Rekomendasi Sunscreen Hybrid SPF 50+ PA++++ Terbaik Tahun 2025
Ketua Panitia sekaligus Direktur RSUD Majalaya, drg. Anang Prasetiyono, Sp.BM (K) menyampaikan bahwa seminar ini merupakan puncak dari rangkaian pelatihan selama empat bulan. Peserta telah melakukan visitasi lapangan ke Indramayu dan Cirebon sebagai bagian dari penyusunan policy brief.
