Uji Tanah Bermunculan di Bandung, Tanda Megaproyek BIUTR Siap Masuk Tahap Konstruksi?

Uji Tanah Muncul di Sejumlah Ruas Kota Bandung, Tanda Kickoff Pembangunan BIUTR Kian Dekat?
Pekerja melakukan pengujian tanah (sondir) untuk kepentingan pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (26/11). Pembangunan BIUTR direncanakan akan dimulai 2026 mendatang. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) memasuki fase yang semakin konkret setelah kegiatan penyelidikan geoteknik mulai terlihat di sejumlah ruas Kota Bandung.

Pantauan lapangan menunjukkan aktivitas uji sondir dan pengeboran tanah dilakukan di beberapa titik, termasuk di koridor Jalan Ahmad Yani, salah satu jalur tersibuk di wilayah timur kota. Beberapa alat geoteknik tampak berdiri di median jalan, sementara sejumlah pekerja teknis menjalankan pengambilan sampel tanah.

Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa kegiatan tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan dan dilakukan secara bertahap di berbagai lokasi. Ia mengatakan, dirinya dan rekan-rekan hanya mendapat tugas untuk mengambil sampel tanpa dijelaskan proyek apa yang tengah dipersiapkan.

Baca Juga:Ogah Imbang, Persib Maunya Menang!Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa Gol

“Saya dan teman-teman hanya ditugaskan untuk me­ngambil sampel tanah saja. Ini sudah dari sekitar empat bulan lalu, di beberapa titik, sekarang yang di sini,” ucapnya

Di tempat lain, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, tak menampik bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan teknis yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kalau dari Pemkot itu bukan lahan (pemda), tapi pusat. Mereka hanya mengecek kekuatan tanah untuk dikumpulkan data dan berbagai macamnya,” ungkap Rizki.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat indikasi bahwa proyek BIUTR telah memasuki tahapan persiapan konstruksi, bukan sekadar kajian awal.

Berdasarkan dokumen perencanaan bersama Direktorat Jalan Bebas Hambatan, BIUTR dirancang membentang sepanjang kurang lebih 27,81 kilometer yang terbagi dalam lima seksi.

Seksi 1 (Pasteur-Pasupati-Gasibu-Sukaluyu) : ± 7.86 km, seksi 2 (Sukaluyu-Pusjatan) : ± 6.87 km, seksi 3 (Pusjatan-Cibiru) : ± 4.80 km, seksi 4 (Cibiru-Cileunyi) : ± 3.67 km seksi 5 (Pusjatan-Gedebage) : ± 4.61 km.

Keberadaan BIUTR dinilai penting mengingat tingkat kemacetan Kota Bandung yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ruas-ruas seperti Pasteur, Gasibu, Cicaheum, hingga jalur menuju Cileunyi sering menjadi titik kepadatan harian.

Baca Juga:Eiger Adventure Land Jadi Mitra Menko PMK–BNPB Menghijaukan PuncakKolaborasi Humas Jadi Pondasi Kepercayaan Publik, Pesan Tegas Menkomdigi di AMH 2025

BIUTR diproyeksikan mampu mengurai beban lalu lintas dengan menyediakan jalur melintas cepat dari Bandung barat ke timur sekaligus mendukung pengembangan kawasan Metropolitan Cekungan Bandung.

0 Komentar