Menuju Kelas Dunia, Pemkab Bogor Perkuat Pengelolaan Geopark Halimun Salak

Forum Geopark Bogor Halimun Salak 2025 yang digelar di Leuweung Geledegan EcoloFoto : Sandika/Jabarekspres.com
Forum Geopark Bogor Halimun Salak 2025 yang digelar di Leuweung Geledegan Ecolodge, Tamansari, Selasa (25/11).Foto : Sandika/Jabarekspres.com
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan komitmennya memperkuat pengelolaan Geopark Bogor Halimun Salak agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga dunia.

Hal tersebut ditegaskan dalam Forum Geopark Bogor Halimun Salak 2025 yang digelar di Leuweung Geledegan Ecolodge, Tamansari, Selasa (25/11).

Forum tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, selaku Ketua Badan Pengelolaan Geopark Bogor Halimun Salak. Dalam sambutannya mewakili Bupati, ia menyoroti besarnya potensi geopark sebagai kawasan konservasi, edukasi, dan pariwisata alam berbasis pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:Hari Guru 2025, Akademisi Psikologi: Dedikasi Guru Adalah Pondasi Kemajuan BangsaSambut Tahun Baru 2026, Ibis Bandung Pasteur Hadirkan Paket Keluarga Bertema Midnight at The Sea

“Jika dikelola secara tepat, Geopark Bogor Halimun Salak tidak hanya mampu bersaing secara nasional, tetapi juga berpeluang menjadi destinasi global,” ujarnya.

Sejak meraih status Geopark Nasional pada 2018, Pemkab Bogor terus memantapkan tata kelola melalui pembangunan akses menuju geosite, pemasangan rambu geopark, penguatan promosi, serta integrasi edukasi geopark di sekolah dan lembaga masyarakat.

Ajat menyebutkan, pemerintah mendorong sekolah-sekolah di 15 kecamatan dan 172 desa menjadi agen edukasi dan promosi. “Anak-anak harus tumbuh sebagai generasi yang mengenal dan bangga terhadap wilayahnya sendiri,” tegasnya.

Tidak hanya edukasi, pengembangan UMKM, komunitas lokal, dan pelaku wisata menjadi fokus penting. Ajat menekankan bahwa geopark harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

“Pengembangan geopark harus menjaga keseimbangan antara konservasi dan peningkatan kesejahteraan warga sekitar,” ujarnya.

Forum Geopark 2025 menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, di antaranya GM Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark Aat Suwanto, Ketua Tim Sinergitas Geopark Nasional Aries Kusworo, serta perwakilan dunia usaha PT ANTAM UPBE Pongkor, PT Star Energy Geothermal, dan PT Sumi Asih. Mereka memaparkan strategi pengelolaan geopark, warisan geologi, dan kontribusi perusahaan terhadap konservasi.

Tiga perusahaan tersebut juga memaparkan program dukungan mereka dalam penguatan kawasan Geopark Halimun Salak melalui kegiatan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:Sambut Liburan Akhir Tahun, Ibis Bandung Pasteur Tawarkan Christmas Eve Barbeque Dinner Mulai Rp149 RibuMcDays 2025 Hadir sebagai Ruang Berbagi untuk 1.000 Anak Yatim, Dhuafa, dan Santri

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Pengelola Geopark Bogor Halimun Salak dengan tiga mitra strategis: Leuweung Geledegan Ecolodge, Credifox, dan SMKN 1 Leuwiliang. Kerja sama itu diharapkan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kapasitas SDM, serta memperluas dukungan terhadap pengembangan geopark.

0 Komentar