Kemah Harmoni Lintas Agama di Situ Leutik Wujudkan Generasi Penerus Toleransi di Kota Banjar

Kemah Harmoni Lintas Agama di Situ Leutik Wujudkan Generasi Penerus Toleransi di Kota Banjar
Para peserta Kemah Harmoni Lintas Agama berfoto bersama bersama FKub Kota Banjar di Situ Leutik Desa Cibeureum Kecamatan Banjar. Mereka menggelar kemah harmoni untuk meregenarasi kerukunan antar umat agama. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Semangat kerukunan dan toleransi antarumat beragama kembali ditunjukkan secara nyata di Kota Banjar. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sukses menyelenggarakan Kemah Harmoni Lintas Agama yang bertempat di Obyek Wisata Situleutik, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar.

Kegiatan yang secara khusus merangkul pemuda berusia 18 hingga 30 tahun ini menjadi ajang menjaga dan meregenerasi semangat hidup berdampingan antarumat beragama secara damai.

Ketua FKUB Kota Banjar, Endang Sarif Hidayat, menegaskan bahwa Kemah Harmoni ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan kader-kader muda penerus estafet kerukunan.

Baca Juga:Wujudkan Toleransi, Vihara Dhanagun Bogor Bukber dan Santuni 400 Anak YatimLBH Bandung: Kasus Intoleransi Agama di Jawa Barat Tidak Berkurang

“Kemah Harmoni ini dilakukan untuk meregenerasi kader-kader FKUB agar toleransi antarumat beragama di Kota Banjar senantiasa terjaga kedepannya,” ujarnya Minggu (23/11/2025).

Ia menambahkan bahwa fondasi toleransi yang telah dibangun oleh generasi tua harus terus dilestarikan oleh generasi muda. “Partisipasi dalam kemah ini mencerminkan kebinekaan Kota Banjar,” ujarnya menambahkan.

Sebanyak lima puluh pemuda yang berasal dari latar belakang lima agama resmi yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Konghucu berkumpul dan berbaur tanpa sekat.

Endang menyebut keikutsertaan mereka sebagai representasi nyata dari pilar-pilar keyakinan yang hidup harmonis di Kota Banjar.

“Kami ingin menciptakan keberlanjutan harmoni yang ada di Kota Banjar. Kami dari generasi tua sudah menunjukan komitmen toleransi antarumat beragama dengan kebersamaan yang selama ini senantiasa kami jaga bersama,” tuturnya.

Meskipun sebelumnya telah ada inisiatif serupa dari Kementerian Agama yang menyasar kelompok siswa madrasah, kemah yang digelar selama dua hari satu malam ini mencatatkan sejarah sebagai kegiatan perdana yang dihelat langsung oleh FKUB Kota Banjar.

“Setiap tahun kami rutin mengadakan kegiatan dan kemah harmoni ini menjadi yang pertama kalinya di Kota Banjar,” tegas Endang Sarif.

Baca Juga:FKUB Kota Banjar Gelar Pembinaan Jelang Natal Tahun 2024FKUB Klaim Indeks Kerukunan di Kota Bogor di 2023 Meningkat

Selama dua hari berlangsung, kemah ini tidak hanya diisi dengan diskusi-diskusi formal tentang pentingnya toleransi. Suasana keakraban dan persaudaraan benar-benar diwujudkan dalam setiap momen.

Para peserta terlibat dalam berbagai aktivitas kelompok yang dirancang untuk memecah kebekuan dan membangun chemistry antar mereka yang berbeda keyakinan.

0 Komentar