JABAR EKSPRES – Dosen Universitas Bhakti Kencana (UBK) bersama mitra karyawan Universitas Bhakti Kencana dan SMK Bhakti Kencana Ujung Berung melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada mitigasi risiko penyakit jantung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internal UBK tahun 2025 dan merupakan implementasi nyata UBK dalam mendukung kesehatan komunitas kampus.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 11 November 2025 di lingkungan Universitas Bhakti Kencana, diikuti oleh 31 karyawan dari UBK maupun SMK Bhakti Kencana.
Baca Juga:Kuota KUR BRI 2025 Masih Tersedia, Berikut Tabel Pinjaman Mulai Rp1 Juta Cicilan Hanya Rp21.000Dari 100 UMKM, Kini Terseleksi 30 UMKM Siap Berkompetisi Menuju Top 10 Pertapreneur Aggregator 2025
Tujuan utama program ini adalah melakukan deteksi dini risiko penyakit jantung dan pencegahan resiko penyakit jantung, mengingat penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan banyak menyerang kelompok usia produktif.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh skrining kesehatan komprehensif, yang meliputi:
- Pemeriksaan gula darah,
- Pemeriksaan kolesterol,
- Pemeriksaan asam urat (uric acid),
- Pemeriksaan tekanan darah dan indeks massa tubuh (IMT),
- Serta pemeriksaan NIVA (Non-Invasive Vascular Assessment) hasil kolaborasi UBK dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menilai kondisi vaskuler secara lebih akurat.
Menurut Ketua PKM, Susan Irawan Rifai, S.Kep., Ners., MAN, pemeriksaan NIVA merupakan bentuk inovasi skrining vaskuler yang dapat membantu peserta mengetahui kondisi pembuluh darahnya sejak dini.
“Teknologi ini sangat penting untuk deteksi dini risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Banyak kasus penyakit jantung berasal dari faktor risiko yang sebenarnya bisa dicegah bila diketahui lebih awal,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan senam jantung sehat yang dipandu langsung oleh instruktur profesional.
Para karyawan terlihat antusias mengikuti gerakan senam yang dirancang untuk meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan jantung.
Setelah itu, peserta mendapatkan edukasi kesehatan yang disampaikan dosen-dosen Fakultas Keperawatan UBK mengenai faktor risiko penyakit jantung, dampak gaya hidup terhadap kesehatan kardiovaskular, cara mencegah penyakit jantung melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen stres, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
Dosen UBK sekaligus anggota tim pengabdian, Denny Fransiska Helena, SKp., MKep. dan Sri Mulyati Rahayu, S.Kp., M.Kes menegaskan bahwa banyak karyawan belum menyadari risiko penyakit jantung karena sering kali tidak bergejala.
