“Skrining ini menjadi langkah awal agar karyawan lebih peduli terhadap kesehatan jantungnya. Edukasi dan deteksi dini merupakan kunci untuk mencegah terjadinya kasus yang lebih berat,” jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Fakultas Keperawatan sebagai bagian dari hilirisasi penelitian, penerapan Ilmu Keperawatan Medical Bedah serta wujud penguatan Tridharma Perguruan Tinggi.
Mahasiswa berperanaktif dalam pemeriksaan kesehatan, pengisian pre-test dan post-test, serta dokumentasi kegiatan.
Baca Juga:Kuota KUR BRI 2025 Masih Tersedia, Berikut Tabel Pinjaman Mulai Rp1 Juta Cicilan Hanya Rp21.000Dari 100 UMKM, Kini Terseleksi 30 UMKM Siap Berkompetisi Menuju Top 10 Pertapreneur Aggregator 2025
Universitas Bhakti Kencana berkomitmen untuk terus mengembangkan program pencegahan penyakit tidak menular sebagai upaya peningkatan kualitas hidup civitas akademika.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal penyusunan program kesehatan kerja (occupational health) yang berkelanjutan.
“Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian UBK terhadap kesehatan karyawannya,” kata anggota tim lainnya, Haerul Imam, S.Kep., Ners., MNS dan Anggi Jamiyanti, Skep., Ners., MKep.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UBK berharap seluruh karyawan memiliki kesadaran lebih tinggi dalam menjaga kesehatan jantung dan menerapkan gaya hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
