Minim Ahli Gizi, Orang Tua Keluhkan Kualitas Menu MBG di Padalarang

Minim Ahli Gizi, Orang Tua Keluhkan Kualitas Menu MBG di Padalarang
Ilustrasi: Tim Inafis Polres Cimahi mengambil sisa sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) penyebab puluhan siswa SMP di Cisarua keracunan. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Menurutnya, kondisi ini membuat orang tua khawatir terhadap keamanan pangan yang seharusnya menjadi prioritas dalam program MBG.

“Jangan asal-asalan. Ini makanan untuk anak-anak. Jangan sampai mereka makan makanan yang tidak layak,” tegasnya.

Minimnya tenaga gizi di SPPG KBB dinilai memperlemah kualitas pengawasan menu MBG. LN berharap pemerintah daerah dan BGN segera memperbaiki pengelolaan pangan agar keamanan makanan bagi siswa dapat terjamin.

Baca Juga:Cucun Ahmad Syamsurijal Sebut Tak Perlu Ahli Gizi untuk MBG, Sahrul Gunawan: Cerminan ArogansiCegah Keracunan Terulang, Pemda Kabupaten Bandung Barat Siapkan Relawan Pengawas MBG

“Harus di evaluasi program ini, terutama di penyajian maupun jam antar. Jangan sampai anak-anak kami jadi korban,” imbuhnya.

Seorang siswa kelas III SDN Sukamaju juga mengaku pernah menerima daging yang belum matang. Ia menyebut menu yang diberikan sering kali tidak lengkap.

“Pernah ayamnya kurang matang. Disuruh panggang di rumah. Menunya kadang gorengan, kacang, dan apel tanpa nasi. Kemarin-kemarin dapat nasi dengan tahu pakai terigu digoreng kayak sempol, sama sayur kol dan timun rebus,” tuturnya. (Wit)

0 Komentar