2. Gangguan Emosional dan Mental
- Paparan konten radikal mampu memicu:
- Ledakan emosi dan kemarahan yang tidak terkendali.
- Perasaan cemas, takut, hingga paranoia berlebihan.
- Depresi karena merasa memiliki “misi suci” dari kelompok tertentu.
3. Isolasi Sosial
- Menjauh dari keluarga karena dianggap “tidak sejalan”.
- Menghindari teman lama dan hanya ingin berinteraksi dengan kelompok tertentu.
- Menolak kegiatan sekolah atau organisasi.
Orang Tua Harus Lebih Waspada
Di tengah maraknya aktivitas digital, orang tua diimbau untuk:
- Membangun komunikasi terbuka dan penuh empati dengan anak.
- Mengawasi penggunaan media sosial dan game online, termasuk durasi dan interaksi mereka.
- Memperkuat pemahaman agama dan ideologi dengan cara yang benar dan moderat.
Langkah-langkah preventif ini penting agar anak tidak mudah terjebak dalam jebakan kelompok radikal yang semakin canggih dalam memanfaatkan ruang digital.
