JABAR EKSPRES – PT Pertamina (Persero) menegaskan perannya sebagai penopang utama keuangan negara dengan menargetkan penyetoran dividen sebesar Rp42,1 triliun kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) pada tahun 2025.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan bahwa kontribusi tersebut akan menjadi yang terbesar di seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara.
“Kontribusi Pertamina kepada negara ini menjadi yang paling besar di seluruh BUMN, harapannya akan memberikan dividen yang terbesar juga kepada Danantara, yaitu Rp42,1 triliun,” ujar Oki dikutip dari ANTARA, Kamis (20/11).
Hingga September 2025, Pertamina telah merealisasikan setoran dividen Rp23 triliun.
Baca Juga:Bentuk Posbankum Terbanyak, Pemprov Jateng Raih Rekor MURISerapan APBD Akhir Tahun Dinilai Perlu Berorientasi pada Kualitas, Bukan Sekadar Kecepatan
Sementara itu, pendapatan tahun 2025 diproyeksikan menembus 68,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.127 triliun untuk seluruh bisnis atau revenue.
Proyeksi EBITDA mencapai 9,6 miliar dolar AS atau Rp158 triliun dan laba bersih (NPAT) diperkirakan 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp54 triliun.
Kontribusi Pertamina kepada negara juga terus terjaga di atas Rp300 triliun setiap tahun, melalui pembayaran pajak, nonpajak, dan dividen.
Oki mengatakan, tahun 2025 Pertamina menghadapi sejumlah tantangan, seperti volatilitas nilai tukar dan penurunan indicator makro, mulai dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) solar.
Meskipun begitu, perseroan mampu mempertahankan peringkat kredit investment grade, yang merupakan indikator Kesehatan keuangan dan tata Kelola perusahaan.
“Pencapaian ini menegaskan peran Pertamina sebagai agen pembangunan nasional, sebagai lokomotif pembangunan nasional yang tidak hanya melalui bidang energi, tapi juga melalui bidang fiskal, keuangan yang menopang perekonomian negara,” ujarnya.
