Gegara Tak Diberi Uang, Pria di Ngamprah Bandung Barat Aniaya Orang Tua hingga Pamannya

Miris! Gegara Minta Uang Ditolak, Pria di Ngamprah Bandung Barat Aniaya Tiga Anggota Keluarga
Ilustrasi: pelaku penganiayaan ditangkap aparat kepolisian. Dok Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang pria dengan riwayat gangguan jiwa di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, mengamuk dan menganiaya ayah, ibu, serta pamannya menggunakan pacul dan linggis pada Rabu (19/11/2025) sore. Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di Kampung Pari RT 01 RW 11, Desa Pakuhaji.

Kapolsek Padalarang, AKP Kusmawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut aksi penganiayaan itu berlangsung cepat dan menimpa tiga orang sekaligus yang merupakan anggota keluarga pelaku.

“Betul ada peristiwa dugaan penganiayaan terhadap korban yang merupakan orang tua kandung pelaku di Desa Pakuhaji, Ngamprah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga:Dua Pelaku Penganiayaan Karyawan di Rancaekek Dibekuk PolisiSeorang Pekerja Pabrik Jadi Korban Penganiayaan di Jalan Raya Bandung-Garut, Pulang Kerja Dihantam Pakai Besi!

Menurut keterangan saksi di lokasi, Kusmawan, AS (29) meminta uang kepada ibunya, LR (56). Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi.

LR bersama suaminya, IS (56), kemudian mencoba menasihati AS yang diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Cisarua.

Pelaku sempat terdiam dan tidak menunjukkan reaksi apa pun. Situasi berubah ketika ayahnya pergi ke sebuah vila yang berjarak tidak jauh dari rumah.

“Di saat itulah, AS mulai menyerang ibunya menggunakan linggis dan pacul. Pukulan bertubi-tubi mengarah ke kepala korban dan menyebabkan kaca rumah pecah,” katanya.

Keributan di dalam rumah membuat IS kembali dari vila. Saat masuk ke rumah, ia mendapati istrinya sudah bersimbah darah akibat serangan anaknya sendiri. Melihat kedatangan ayahnya, AS diduga panik dan langsung menyerang IS menggunakan potongan besi.

“Pelaku memukulkan potongan besi ke arah kepala korban berkali-kali hingga korban jatuh tersungkur,” katanya.

“Serangan itu membuat IS mengalami sejumlah luka sobek yang cukup parah,” sambungnya.

Baca Juga:Tak Terima Ditegur Warga saat Nongkrong, Anak Anggota DPRD Kabupaten Bogor Lapor Polisi atas Dugaan PenganiayaDalami Kasus Penganiayaan di Bandung Barat, Polres Cimahi Ekshumasi Jenazah Yayat

Tidak lama setelah itu, paman pelaku, AW (48), datang setelah mendengar keributan dari rumah saudaranya. Maksud kedatangannya, lanjut Kusmawan, untuk melerai dan membantu kakaknya yang tengah diserang. Namun AS juga menyerang AW menggunakan pacul dan mengenai bagian kepala korban.

“Warga yang mengetahui peristiwa itu tidak berani mendekat karena pelaku masih membawa alat pemukul dan tampak agresif,” katanya.

Ia menambahkan, usai menyerang tiga anggota keluarganya, pelaku melarikan diri dan bersembunyi di salah satu vila dekat rumah. Aparat kepolisian bersama warga sekitar kemudian melakukan penyisiran hingga akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan AS tanpa perlawanan berarti.

0 Komentar