Kota Banjar Peringkat Kedua Nasional, Cetak Serapan Anggaran Tertinggi

Kota Banjar Peringkat Kedua Nasional, Cetak Serapan Anggaran Tertinggi
Tabel serapan anggaran seluruh kota di Indonesia, Kota Banjar menduduki peringkat kedua tertinggi serapan anggaran tahun 2025 dibanding kota-kota lainnya. (Istimewa/Diskominfo Banjar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar patut berbangga hati. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Ir H. Sudarsono, kinerja keuangan daerah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan dengan mencatatkan realisasi penyerapan anggaran yang impresif menjelang akhir tahun 2025.

Kota Banjar duduk diperingkat kedua tertinggi secara nasional untuk capaian serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Berdasarkan data terkini per 14 November 2025, yang memantau 93 kota di seluruh Indonesia, Kota Banjar berhasil menempati posisi dengan realisasi belanja mencapai 77,88 persen. Angka ini hanya terpaut tipis di belakang Kota Sukabumi yang memimpin dengan capaian 79,56 persen.

Baca Juga:UMK di Kota Banjar Terpuruk, Buruh Tuntut Upah Naik Jadi Rp 3,5 JutaKopdes Panerusan Wetan Jadi Contoh Sukses Menggarap Potensi Lokal di Banjarnegara

Wali Kota Banjar, Ir H. Sudarsono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. “Ya Alhamdulillah, berkat kerja bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajarannya, Kota Banjar mampu merealisasikan penyerapan anggaran sesuai dengan yang direncanakan,” ujar Sudarsono ketika dikonfirmasi pada Rabu (19/11/2025).

Tidak hanya dari sisi belanja, performa mengesankan juga ditunjukkan dari sisi pendapatan daerah. Realisasi pendapatan Kota Banjar tercatat telah mencapai 81,42 persen.

Sudarsono menjelaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari evaluasi dan pemantauan yang ketat sepanjang tahun.

“Kami menerapkan sistem pemantauan triwulanan dan bulanan yang sangat ketat. Jika ada OPD yang realisasinya lambat, kami langsung melakukan pemanggilan dan pendampingan untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusinya. Pendekatan yang pro-aktif ini terbukti efektif,” paparnya.

Ia menambahkan, sebagian besar belanja telah dialokasikan untuk program-program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, serta program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Ini artinya, uang rakyat benar-benar dikembalikan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat dalam bentuk berbagai program pembangunan,” tegasnya.

Dengan prestasi sebagai kota dengan serapan anggaran tertinggi kedua se-Indonesia ini, nama Kota Banjar semakin dikenal sebagai salah satu daerah dengan tata kelola keuangan yang baik.

Baca Juga:Tingkatkan PAD, Dishub Kota Banjar Perkuat Sistem dan Sinergi dengan Juru ParkirRagam Artefak Purbakala Ditemukan di Kota Banjar

“Pencapaian ini diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi di tahun-tahun mendatang, sehingga percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Banjar dapat terus terwujud secara berkelanjutan,” kata Sudarsono. (CEP)

0 Komentar