JABAR EKSPRES – Selama lebih dari dua bulan, warga Tamansari hidup dengan keresahan tumpukan sampah yang tak kunjung surut di kolong Jembatan Prof. Mochtar Kusumaatmadja atau Pasupati.
Walau sempat beberapa kali diangkut, warga menilai penanganannya tidak rutin dan selalu menyisakan bau menyengat serta pemandangan yang tak sedap.
“Ini sudah dua bulan lebih. Harapan kami sebagai masyarakat, ini harus lebih digiatin ya pengangkutan. Dua bulan ini sudah menumpuk. Walaupun beberapa kali diangkut, nyatanya masih banyak sisa,” ujar Yusup (52) kepada Jabar Ekspres di lokasi, Selasa (18/11).
Baca Juga:Walhi: Penuntasan Sampah Bandung Belum Sentuh Akar MasalahMenilik Laju Pengangkutan Sampah Bandung, Pemkot Targetkan Tuntas 23 November
Di tengah keluhan warga itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi menutup Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kolong Pasupati pada Selasa ini. Penutupan dimulai setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama unsur kewilayahan, serta kebersihan Kelurahan Tamansari mengosongkan total tumpukan sampah yang menumpuk sejak berbulan-bulan.
Dia menilai pembersihan hari ini harus berlanjutan, bukan berhenti sebagai kegiatan sesaat. “Jadi ini kalau sudah beres diangkut hari ini, harapan mah supaya lebih rutin lagi. Karena yang kami rasakan belum maksimal selama ini pengangkutannya,” katanya.
Sekretaris Camat Bandung Wetan, Dadang Sobandi, yang hadir saat pembersihan, mengatakan langkah ini adalah komitmen menjaga lingkungan.
“Alhamdulillah hari ini TPS di kolong jembatan dapat diselesaikan pengosongannya Dinas Lingkungan Hidup. Di sini hadir Pak Kadis LH dan jajaran. Sesuai kesepakatan dengan RW 9, RW 7, dan RW 15, TPS ini tidak akan digunakan lagi,” ujarnya.
Dengan penutupan TPS, alur pembuangan sampah dari tiga RW tersebut kini berubah. Sampah residu dialirkan ke insinerator di Rumah Deret, sementara sampah organik akan diolah melalui budidaya maggot serta komposter oleh Kelompok Swadaya Masyarakat.
Pemerintah berharap warga semakin disiplin melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menegaskan kolong Pasupati tak boleh lagi menjadi lokasi pembuangan apa pun.
“Mulai sekarang tidak boleh lagi ada tumpukan sampah di kolong jembatan ini,” ungkap Darto secara tertulis diterima Jabar Ekspres, Selasa (18/11).
