JABAR EKSPRES – Anggota Komisi I DPRD Jabar Tedy Rusmawan mendorong edukasi kebencanaan masuk kurikulum dan kegiatan komunitas. Hal itu untuk antisipasi potensi bencana yang kian mengancam.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menuturkan, potensi bencana itu perlu diantisipasi bersama. Baik dari sisi pemerintah daerah baik tingkat provinsi hingga kota kabupaten. Termasuk kolaborasi dengan stakeholder lain. Misalnya komunitas masyarakat sipil hingga insan media.
“Banyak yang harus terlibat. Antisipasinya dari simulasi, pelatihan hingga kampanye publik,” cetusnya, Sabtu (15/11).
Baca Juga:Kawasan Wisata Rawan Bencana, Disbudpar KBB Lakukan Mitigasi IntensifBerkaitan Mitigasi Bencana, Pemkot Bandung Petakan Titik Rawan Sampah
Menurut Tedy, potensi bencana di Jabar juga tidak sedikit. Namun dari sisi tingkat literasi masyarakat mengenai kebencanaan masih rendah. Karena itulah langkah antisipasi kebencanaan itu perlu digalakkan.
Misalnya dengan masuk kurikulum sekolah. Sedari dini, masyarakat diajarkan atau diedukasi soal bencana termasuk langkah antisipasi dan penangananya. Edukasi juga bisa memanfaatkan komunitas-komunitas di masyarakat.
Menurutnya, bahwa edukasi kebencanaan harus menjadi prioritas lintas sektor, bukan sekadar respons saat bencana terjadi. “Edukasi harus dilakukan dengan berbagai pola dan pendekatan, secara berkelanjutan oleh OPD terkait, baik di tingkat kota/kabupaten maupun provinsi. Masyarakat biar tau dan care,” cetusnya.
Menurut Tedy, peran pemerintah provinsi lebih mengarah pada pembinaan dan supervisi. Hal itu untuk memastikan bahwa daerah-daerah rawan bencana mendapat perhatian khusus dalam hal edukasi dan kesiapsiagaan.
“Yang harus dilakukan adalah memastikan ada sinyal kuat bahwa masyarakat di daerah rawan itu diberikan edukasi. Jangan sampai mitigasi hanya jadi wacana, tapi tidak menyentuh warga,” urainya.(son)
