Cegah Banjir, Pemprov Jabar Percepat Penataan Daerah Aliran Sungai

Cegah Banjir, Pemprov Jabar Percepat Penataan Daerah Aliran Sungai
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) jadi salah stu agenda prioritas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Pihaknya berupaya menuntaskan masalah klasik itu dengan berbasis blok.

Dedi Mulyadi menuturkan, masalah DAS itu ada di beberapa wilayah di Jabar. Masalah itu terjadi tidak hanya di Purwakarta, Subang, Karawang ataupun Bekasi saja.

Pihaknya ingin masalah itu cepat tuntas. Makanya diselesaikan secara bertahap atau berdasarkan blok. Contohnya Bekasi sampai Bogor itu dalam satu blok.

“Ini butuh percepatan. Dilakukan per blok,” jelasnya. Jumat (14/11).

Baca Juga:Borobudur Marathon Naik Kelas, Jawa Tengah Bidik Ikon Marathon DuniaPercepat Evakuasi Korban Longsor Cibeunying Cilacap, Pemprov Jateng Datangkan Tambahan Alat Berat

Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, ada prioritas blok atau wilayah dalam penangananya. Misalnya saja untuk wilayah Subang, Karawang, Bekasi dan Bogor.

Hal itu bukan tanpa alasan. Daerah-daerah itu kerap terjadi banjir dan beberapa persoalan air lainnya.

“Jadi wilayah tersebut akan dituntaskan secara berurutan per blok,” katanya.

KDM meminta rencana penanganan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) II, baik untuk sisa tahun anggaran 2025 maupun program tahun 2026.

Ia menekankan pentingnya sinergi perencanaan agar penataan kawasan DAS berjalan optimal.

Menurut KDM, pihaknya juga lebih setuju untuk pengadaan alat berat dan operator dari pada melakukan proyek normalisasi skala besar. Menurutnya hal itu lebih efisien.

“Kami lebih baik membeli alat berat sebanyak-banyaknya. Dengan alat, operator, dan BBM yang cukup, efisiensinya bisa mencapai 70 persen,” sambungnya.

Baca Juga:20 Warga Masih Hilang, Pemprov Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor CilacapTingkatkan Komoditas Ekspor, Kementan Diminta Kembangkan Varietas Unggul Tanaman Lada Babel 

Agar berjalan lancar, KDM juga sampai meminta dukungan dari pihak Marinir. Hal itu khususnya dalam proses normalisasi sungai. Penertiban bangunan liar di sepanjang aliran sungai akan dilakukan secara tegas dan terukur, dengan dukungan pengamanan dari Marinir. (son)

0 Komentar