Cimahi Perkuat Pengawasan Pangan Program Makan Bergizi Gratis untuk Cegah Keracunan

Cimahi Perketat Keamanan Pangan MBG, Pemkot Tekankan Pengawasan Kolektif Cegah Keracunan
Sosialiasasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Bagi Pengelola Satuan Pelayanan Gizi (SPPG)/Jabar Ekspres/Firman Satria/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk memperketat keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi anak-anak sekolah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap bahan pangan yang disajikan aman, sehat, dan bergizi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang digelar oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Jumat (14/11/2025), di Aula Gedung A Pemkot Cimahi.

Baca Juga:PSSI Buka Suara Soal Timur Kapadze Latih Timnas Indonesia, Ternyata Belum Komunikasi?Mauro Zijlstra Jadi Tumpuan Baru Lini Depan Timnas U-22 di SEA Games 2025

Acara ini diikuti sekitar 100 peserta, termasuk unsur Forkopimda, Tim Satgas Percepatan Program MBG, dan personel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari seluruh kecamatan di Kota Cimahi.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan bahwa pemahaman keamanan pangan menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya anak sekolah yang menjadi penerima program MBG.

“Pangan segar asal tumbuhan seperti sayuran, buah, dan umbi-umbian memiliki potensi besar untuk mendukung gizi seimbang. Namun tanpa penanganan yang tepat, bahan pangan ini bisa menjadi sumber masalah kesehatan, termasuk keracunan makanan,” ujar Adhitia.

Ia menambahkan bahwa sosialisasi ini bertujuan memperkuat kapasitas personel SPPG dalam mengelola bahan pangan, mulai dari pemilihan, pencucian, penyimpanan, hingga pengolahan.

Adhitia menegaskan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada pengawasan kolektif lintas sektor. Seluruh unsur Forkopimda, termasuk pemerintah daerah, Kejaksaan, Kepolisian, dan Kodim, diharapkan terlibat aktif mencegah potensi keracunan.

“Ini adalah hajat akbar yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Untuk itu harus ada pengawasan kolektif agar tidak terjadi keracunan di Kota Cimahi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Tita Mariam, menjelaskan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknis personel mengenai prinsip keamanan pangan. Materi meliputi menjaga kebersihan, memilih bahan pangan aman, hingga teknik penyimpanan untuk mencegah kontaminasi.

Baca Juga:Joan Laporta Tegas Bantah Rumor Kembalinya Lionel Messi ke Barcelona pada 2026Tottenham Siap Tebus Takefusa Kubo Rp1 Triliun, Real Madrid Jadi Pihak yang Paling Untung

Tita menekankan pentingnya memastikan semua bahan pangan segar bebas dari zat berbahaya. “Pangan segar asal tumbuhan yang mencakup sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan kaya akan berbagai macam zat gizi yang diperlukan untuk mendukung kesehatan tubuh, seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan,” ujarnya.

0 Komentar