Produksi Minyak Indonesia Diprediksi Tembus 625 Ribu Barel per Hari pada Akhir 2025

Produksi Minyak Indonesia Diprediksi Tembus 625 Ribu Barel per Hari pada Akhir 2025
Ilustrasi produksi minyak Indonesia diprediksi tembus 625 ribu barel per akhir di Desember 2025. (Foto: Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Industri hulu migas Indonesia menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimistis produksi minyak nasional pada Desember 2025 akan mencapai 625 ribu barel per hari (BOPD), melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2025.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan bahwa hingga 10 November 2025, rata-rata produksi minyak dan kondensat nasional sudah mencapai 606.020 BOPD, sedikit di atas target 605 ribu BOPD.

Capaian ini menunjukkan performa sektor hulu migas yang stabil meski di tengah tantangan operasional dan fluktuasi harga minyak global.

Baca Juga:Kebangkitan Industri Tekstil Jadi Sinyal Pulihnya Kepercayaan InvestorDemi Ekonomi Berkelanjutan, Indonesia Perkuat Kolaborasi Global dalam Pengembangan Pasar Karbon

“Mudah-mudahan bisa bertahan sampai dengan Desember, sehingga semua minyak yang diproduksi, yang ditampung di tangka-tangki sementara ini sebelum kapal tanker datang, kita kumpulkan sampai akhir Desember akan kita lifting. Prediksi pada Desember itu nanti produksi kita bisa 625 ribu BOPD,” kata Djoko, dikutip dari ANTARA, Kamis (13/11).

Secara rinci, total produksi ytd per 10 November terdiri atas minyak 529.449 BOPD, kondensat 53.174 BOPD, natural gas liquids (NGL) 23.118 barrel per day (BPD), dan kondensat hilir dari DSLNG (PT Donggi Senoro LNG) 279 barrel of condensate per day (BCPD).

Adapun outlook 2025, total produksi ditargetkan 608.100 BOPD dengan rincian minyak 530.600 BOPD, kondensat 53.900 BOPD, NGL 23.100 BPD, dan DSLNG 500 BCPD, serta total lifting diprediksi 607 ribu BOPD.

“Jadi, rata-rata total lifting minyak tahun ini (diperkirakan) 606-607 ribu BOPD atau melebihi target APBN,” ungkapnya.

Berdasarkan KKKS, produksi minyak dan kondensat (BOPD) per 10 November 2025 itu berasal dari ExxonMobil Cepu Ltd sebanyak 153.932, PT Pertamina Hulu Rokan 151.053, PT Pertamina EP 68.504, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java 25.538, PT Pertamina Hulu Mahakam 23.559.

Kemudian, PT Pertamina Hulu Energi Oses 17.180, Petrochina Internasional Jabung Ltd 13.212, Medco E&P Natuna Ltd 16.747, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga 13.209, lalu BP Berau Ltd 7.653.

Sementara untuk PT Bumi Siak Pusako sebesar 7.654, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur 7.634, Job Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi 7.039, Texcal Energy Mahato Inc 6.584, PC Ketapang II Ltd 5.282, Saka Indonesia Pangkah Ltd 5.583, PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang 5.044, PT Imbang Tata Alam 4.678, PT Medco E&P Rimau 4.123, Petrogas (Basin) Ltd 4.063, dan KKKS lainnya 34.352.

0 Komentar