Ono Surono Sebut Suntikan Modal ke BIJB Kertajati Diperlukan Agar Tak Jadi Bangkai

Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono
Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono/Foto: Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menanggapi rencana penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp100 miliar untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Ia menilai langkah tersebut perlu dilakukan demi menjaga aset strategis nasional agar tidak semakin rusak.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengakui bahwa nilai suntikan dana tersebut cukup besar, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang akan diterapkan pada tahun 2026.

Baca Juga:Joan Laporta Tegas Bantah Rumor Kembalinya Lionel Messi ke Barcelona pada 2026Tottenham Siap Tebus Takefusa Kubo Rp1 Triliun, Real Madrid Jadi Pihak yang Paling Untung

“Betul itu angka yang tidak sedikit. Kalaupun tidak diinjek (suntik.red) Rp 100 miliar bakal makin rusak,” jelasnya, Kamis (13/11).

Ono menegaskan, BIJB Kertajati yang berlokasi di Kabupaten Majalengka merupakan proyek strategis nasional yang menjadi kebanggaan Jawa Barat, sehingga sudah seharusnya dijaga dan dirawat.

“Mau tidak mau ya harus dilakukan (Penyertaan Modal. Red). Kalau tidak ada perawatan ya makin jadi bangkai itu,” cetusnya.

Menurut Ono, penyertaan modal senilai Rp 100 miliar itu tidak hanya untuk keperluan operasional yang memang cukup besar. Tapi juga untuk mengembangkan bisnis sehingga bisa kembali hidup.

Dari total dana tersebut, sekitar Rp60 miliar direncanakan untuk biaya operasional, sementara Rp40 miliar lainnya akan dialokasikan untuk investasi dan pengembangan usaha.

Salah satu fokus pengembangan, kata Ono, adalah pembangunan hanggar perawatan pesawat serta peningkatan fasilitas penerbangan agar maskapai dan penumpang lebih tertarik menggunakan BIJB Kertajati.

“Untuk menyelesaikan isu tidak ada penumpang karena tidak ada rute, tidak ada rute karena tidak ada penumpang. Ini semacam ayam atau telur dulu. Mudah-mudahan Rp 40 miliar itu untuk bisa menyelesaikan persoalan itu,” sambungnya.

Baca Juga:Persib Fokus Pertahankan Tren Positif, Dewa United Jadi Target Berikutnya!Ciamis Kembali Jadi Percontohan Nasional, Rombongan dari Kalimantan Datang Belajar Kelola Sampah

Ono mencontohkan, perlu ada inovasi agar masyarakat bisa bergerak untuk terbang melalui BIJB Kertajati. Misalnya dengan diskon, atau penyediaan shuttle untuk akses ke Bandara dari beberapa titik, sehingga akses ke BIJB Kertajati tidak lebih mahal dari pada ke Halim atau Soekarno Hatta. (son)

0 Komentar