Dukung Konektivitas Transportasi, 22 Angkot Soreang-Ciwidey Disiapkan Jadi Feeder BRT

Dukung Konektivitas Transportasi, 22 Angkot Soreang-Ciwidey Disiapkan Jadi Feeder BRT
Ilustrasi angkot feeder yang tengah disiapkan Pemkab Bandung. (Foto: Sekar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyiapkan 22 unit angkutan kota (angkot) sebagai angkutan pengumpan atau feeder bagi layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung.

Feeder perdana ini akan melayani trayek Soreang–Ciwidey, dan ditargetkan uji coba sebelum tahun 2026.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Bandung, Isnuri Winarko, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Transportasi Publik di Bandung Kian Terpuruk, Pemda Belum Mampu atau Tak Perhatian? Pemkot Bandung Imbau Warga Gunakan Transportasi Publik, Begini Kata Pengamat!

Feeder ini memang kewenangan provinsi. Kami dari Dishub Kabupaten Bandung hanya memfasilitasi dan mendampingi proses persiapan, baik administrasi maupun teknis di lapangan,” jelas Isnuri saat dihubungi, Kamis (14/11/2025).

Isnuri menambahkan, pembiayaan operasional feeder akan ditanggung oleh Pemprov Jabar. Uji coba akan dimulai dalam waktu dekat, namun tanggal pastinya masih menunggu keputusan Dishub Jabar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Hilman Kadar mengatakan, angkot yang menjadi feeder tersebut akan tampil berbeda dari angkutan kota biasa.

Feeder nanti akan di-branding dengan warna dan desain khusus supaya mudah dikenali masyarakat. Trayek Soreang–Ciwidey ini akan menghubungkan ke koridor BRT Soreang–Leuwipanjang,” ungkap Hilman.

Hilman menyebut, sistem pembayaran di dalam feeder juga akan dibuat non-tunai. Setiap kendaraan akan dilengkapi alat pembayaran digital, sehingga penumpang bisa membayar menggunakan QRIS atau e-money.

“Jadi nanti masyarakat cukup tap atau scan QR saja, tanpa uang tunai,” katanya.

Menurut Hilman, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan modern.

Baca Juga:Urai Kemacetan dan Dongkrak Wisata Kabupaten Bandung, 8 Koridor BRT dan Layanan Feeder Disiapkan!Data PKL Terdampak BRT Masih Terus Berubah, Pemkot Bandung Tunggu Hasil Final Pekan Ini

“Kita harapkan masyarakat makin tertarik naik angkutan umum karena lebih praktis, ber-AC, dan punya jadwal tetap. Feeder ini jadi percontohan untuk koridor-koridor BRT lainnya,” ujar Hilman.

Ia menambahkan, saat ini ada delapan koridor BRT di Kabupaten Bandung, dengan empat koridor sudah beroperasi yakni Soreang–Leuwipanjang, BEC–Baleendah, BEC–Baleendah–Banjaran, dan Majalaya–Leuwipanjang.

“Empat koridor lain masih tahap persiapan, termasuk rute dari Stasiun KCIC ke Kota Bandung dan Majalaya–KCIC,” kata Hilman.

0 Komentar