JABAR ESKPRES – Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A Koswara sebelumnya mengimbau agar masyarakat Kota Kembang bisa beralih menggunakan transportasi publik.
Diketahui, hal ini berkenaan dengan masuknya Kota Bandung ke posisi 12 daerah paling macet di dunia versi TomTom Traffic Index, imbas banyaknya penggunaan kendaraan pribadi. Selain itu, World Bank mencatat, baru 13 persen masyarakat Kota Kembang yang memilih memanfaatkan transportasi publik.
“Kalau terus bentrok dengan kepentingan kendaraan pribadi, kapan Bandung akan lepas dari kemacetan? Pola pergerakan masyarakat harus diubah dengan mulai menggunakan transportasi umum,” tegasnya.
Baca Juga:Makanan Bergizi Gratis di Bandung Barat Baru Menyasar Sembilan SekolahRSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jabar Masih Tipe D, Penambahan Jumlah Tempat Tidur Perlu Ditingkatkan
“Jadi jangan sampai masyarakat lagi yang disalahkan. Memang betul (macet) diakibatkan oleh banyaknya penggunaan kendaraan pribadi, tapi apakah ketersediaan angkutan massal yang ada saat ini sudah memadai? Masyarakat pasti punya pertimbangan sendiri,” ujarnya.
Maka dari itu, dirinya meminta Pemkot Bandung bisa menjawab waktu operasional keberangkatan maupun kedatangan pada moda transportasi BRT nanti. Terlebih, bakal ada jalur khusus guna mobilisasi angkutan massal tersebut.
“Jadi emang harus dibuat jalur khusus agar headway ini tak terganggu sama arus lalu lintas yang ada. Apabila kepastian tersebut mampu dijawab, masyarakat bakal lebih tertarik menggunakan transportasi publik,” pungkasnya
