JABAR EKSPRES – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman klaim kenaikan harga telur yang terjadi saat ini merupakan dampak positif dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong pergerakan ekonomi sektor peternakan.
“Kita dorong peternak supaya berproduksi, ini kesempatan peternak untuk bangkit, kan banyak peternak merugi sebelumnya kan? Nah ini kesempatan, inilah dampak positif daripada MBG,” kata Mentan dikutip dari ANTARA, Rabu (12/11).
Ia juga menjelaskan, tiga bulan lalu harga telur ayam berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, sehingga kenaikan harga yang terjadi saat ini menjadi momentum baik bagi peternak yang sebelumnya sempat merugi.
Baca Juga:Harga Telur dan Ayam Naik karena Program MBG, Mendagri Minta Pemda Siapkan Antisipasi Dinamika Harga Beras, Bapanas Tancap Gas Jaga Stabilisasi Harga Lewat Bantuan Pangan
“Kita sekarang mendorong, karena kan ada MBG, ini kan kenaikannya dampak bagus untuk pegerakan ekonomi. Kan tiga bulan lalu harga telur kan Rp18.000 per kg, iya kan?,” ujar Amran.
Menurutnya, pemerintah justru mendorong peternak untuk bisa meningkatkan produksinya dengan menambah jumlah Day Old Chick (DOC) dan Grand Parent Stock untuk memperkuat ketersediaan ayam dan telur nasional.
Mentan menilai harga telur naik ini menjadi kesempatan bagi peternak untuk bangkit setelah mengalami masa sulit, sekaligus memperlihatkan dampak positif dari peningkatan permintaan akibat program MBG.
Namun, meskipun begitu Mentan akan tetap memanggil perusahaan-perusahaan besar untuk memastikan harga telur tetap terkendali agar tidak membebani konsumen di tingkat pasar.
Menurutnya, solusi permanen dalam menjaga stabilitas harga adalah membangun ekosistem peternakan ayam dan telur yang terintegrasi, dari produk hingga distribusi, demi memenuhi kebutuhan MBG secara berkelanjutan.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui penambahan DOC dan Grand Parent Stock agar pasokan telur dan ayam tetap mencakup dan harga stabil di seluruh wilayah Indonesia.
Diketahui, Mentan Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah menyiapkan pembangunan peternakan ayam terintegrasi senilai Rp20 triliun pada 2026 untuk mendukung program MBG serta memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Baca Juga:UMKM Jadi Bintang di JMFW 2026, Transaksi Tembus 7,41 Juta Dolar AS per 9 November Menuju Swasembada Energi, Langkah ESDM Kurangi Impor BBM dan Perkuat Kemandirian Nasional
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian penting dari strategi nasional untuk mendukung program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto demi memperbaiki gizi anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
