Harga Telur dan Ayam Naik karena Program MBG, Mendagri Minta Pemda Siapkan Antisipasi 

Harga Telur Naik, Pedagang Sebut Kondisi Diperparah dengan Sepinya Pembeli
Penjual merapikan telur di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jumat (26/9). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian meminta pada semua kepala daerah untuk mengantisipasi naiknya harga telur ayam ras dan daging ayam.

Hal tersebut, karena meningkatnya permintaan komoditas pangan tersebut untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Harga telur, dagaing ayam sudah mulai sedikit naik, itu salah satunya dikarena permintaan dari MBG yang cukup banyak,” ucap Tito dikutip dari ANTARA, Selasa (11/11).

Baca Juga:Dinamika Harga Beras, Bapanas Tancap Gas Jaga Stabilisasi Harga Lewat Bantuan Pangan UMKM Jadi Bintang di JMFW 2026, Transaksi Tembus 7,41 Juta Dolar AS per 9 November 

Tidak hanya berkoordinasi dengan kepala daerah, Tito juga berkomunikasi dengan Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mendorong peternak ayam agar memperbanyak produksi dan suplai mereka.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Pangan, kemudian dengan Menteri Pertanian untuk mendorong para peternak ayam untuk bisa memperbanyak produksi dan suplai mereka,” kata Tito.

Berdasarkan data Pangan Nasional (Bapanas), pada 6 Desember 2024, tepatnya sebulan sebelum program MBG dilaksanakan, harga telur ayam ras per kg berada di angka Rp28.660 per kg.

Pada 7 Januari 2025, sehari setelah program MBG dilaksanakan, sekaligus sepekan setelah perayaan tahun baru, harga telur ayam ras melonjak hingga Rp32.790 per kg, sebelum berangsur-angsur turun hingga di kisaran Rp28-29 ribu per kg.

Kemudian dalam tiga bulan terakhir, harga telur ayam ras mengalami tren peningkatan, yakni dari Rp29.378 per kg pada 10 September 2025, naik menjadi Rp30.255 per kg pada 10 Oktober 2025. Saat ini harganya menyentuh Rp30.300 per kg pada 10 November 2025.

0 Komentar