JABAR EKSPRES – Di tengah dinamika harga beras yang naik turun di berbagai daerah, Badan Pangan Nasional (Bapanas) gerak cepat lakukan stabilisasi harga melalui penyaluran bantuan pangan sebanyak 10 kg per bulan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat.
“Bantuan pangan beras ini bukan hanya upaya menjaga keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat khususnya masyarakat miskin, tetapi juga bagian dari strategi stabilisasi sosial yang diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa dikutip dari ANTARA, Selasa (11/11).
Saat ini proses verifikasi dan finalisasi anggaran tengah diselesaikan agar distribusi bisa segera dimulai setelah anggaran tersedia secara resmi.
Baca Juga:UMKM Jadi Bintang di JMFW 2026, Transaksi Tembus 7,41 Juta Dolar AS per 9 November Menuju Swasembada Energi, Langkah ESDM Kurangi Impor BBM dan Perkuat Kemandirian Nasional
Tidak hanya itu, Bapanas juga akan melakukan percepatan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Distribusi beras medium yang berasal dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akan difokuskan ke wilayah yang harga berasnya melampaui HET dan tidak sedang dalam masa panen.
Wilayah Indonesia Timur menjadi prioritas utama karena tingkat kebutuhan yang relatif tinggi.
“Kami bergerak berdasarkan data panel harga harian untuk melakukan intervensi stabilisasi melalui penyaluran beras SPHP. Langkah cepat ini penting agar masyarakat tetap bisa mengakses beras dengan harga yang wajar,” ujar Ketut.
Tidak hanya dua program tersebut, Bapanas juga akan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Tercatat, hingga dua pekan Juni 288 kegiatan telah dilaksanakan, mencakup kegiatan nasional maupun lokal di 17 provinsi dan 99 kabupaten/kota.
Sementara untuk sisi distribusi, perbaikan sistem pencatatn stok dan transaksi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) juga menjadi focus.
Baca Juga:Dongkrak Citra Indonesia di Pasar Global, Ekspor Fesyen Tembus Rp108,5 TriliunDJP Perketat Pengawasan Ekspor Sawit, 282 Perusahaan Diduga Curang
Bapanas senantiasa mendorong optimalisasi pelaporan untuk meningkatkan transparansi dan keakuratan data.
Food Station diminta juga untuk meningkatkan intensitas pasar murah serta memperkuat sistem pelacakan distribusi secara real time.
“Kami mencermati betul dinamika harga beras dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data panel harga pangan, terdapat peningkatan harga di sejumlah kabupaten/kota, dengan beberapa wilayah, terutama di Indonesia Timur, menunjukkan harga yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujarnya.
