Daftar 6 Negara yang Gagal Redenominasi, Brasil Paling Anti Kapok

Mata uang.
Foto ilustrasi daftar negara gagal melakukan redenominasi, salah satunya ada Brasil yang paling sering. Sumber foto: Pixabay/rajam_karthik.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam daftar negara gagal redenominasi, salah satunya ada Brasil yang paling sering menerapkan kebijakan penyederhanaan jumlah digit tersebut.

Akhir-akhir ini kata ‘redenominasi’ mendadak populer dan menjadi perbincangan hangat warga Indonesia sejak adanya wacana itu dari Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

Menkeu Purbaya mengungkap rencana redenominasi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029.

Baca Juga:Waktunya Borong! Promo Indomaret dan Alfamart 11.11 November 2025 Banjir Beli 1 Gratis 1 & Serba Rp11 RibuBobotoh Lega, PSSI Gigit Jari? Bojan Hodak akan Perpanjang Kontrak di Persib Bandung

“RUU tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi) merupakan RUU luncuran yang rencananya akan diselesaikan pada 2027,” bunyi PMK 70/2025 yang ditandatangani oleh Purbaya.

Redenominasi adalah langkah penyederhanaan jumlah digit pada mata uang tanpa mengubah daya beli atau nilai tukarnya. Hal ini membuat penyebutan nilai uang jadi lebih sederhana, tetapi nilainya secara riil tidak berubah.

Sebagai contohnya, uang Rp10 ribu akan diganti dengan uang Rp10 setelah redenominasi, namun nilai kedua uang ini setara.

Banyak negara di berbagai belahan benua dunia sudah lebih dahulu menerapkan kebijakan tersebut, hasilnya ada yang berhasil maupun tak sedikit yang gagal total.

Dilansir dari berbagai sumber, inilah enam negara gagal melakukan redenominasi mata uang.

Daftar 6 Negara yang Gagal Redenominasi

1. Rusia/Uni Soviet

Pemerintah Rusia mulai memberlakukan kebijakan redenominasi rubel di awal tahun baru 1998 demi meyakinkan masyarakat bahwa krisis ekonomi negara sudah selesai. Pengambilan langkah ini untuk untuk Inflasi yang disebut sedang menurun dari semula 875% pada 1993 jadi 15% empat tahun kemudian.

Rusia menerapkan redenominasi dengan menghapus tiga angka nol di mata uangnya saat inflasi menyentuh angka 15%. Namun strategi ini nyatanya tidak mengakhiri masa sulit negara Eropa satu ini.

Baca Juga:7 Oli Honda BeAT Terbaik Harga Termurah 2025, Opsi Hemat Hasil Performa MaksimalLibur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend Desember 2025: Mari Rencanakan Liburan Panjang

Setahun berselang pada 1998, kondisi makroekonomi malah makin buruk dengan mendorong inflasi menembus 120%.

2. Nigeria

Menurut laman Business Standard, kegagalan redenominasi Nigeria terjadi di tahun 1984. Kala itu pemimpin militer Nigeria, Muhammadu Buhari sedang melakukan tindakan keras anti-korupsi.

Kebijakan penerbitan uang kertas baru dengan warna baru agar uang kertas lama tidak bisa digunakan lagi pun berlangsung dalam waktu terbatas. Tahun 1987, milter Nigeria menginvalidasi 80% mata uang itu untuk membatasi pertukaran di pasar gelap.

0 Komentar