Daftar 6 Negara yang Gagal Redenominasi, Brasil Paling Anti Kapok

Mata uang.
Foto ilustrasi daftar negara gagal melakukan redenominasi, salah satunya ada Brasil yang paling sering. Sumber foto: Pixabay/rajam_karthik.
0 Komentar

Sayangnya, keputusan tersebut kala itu mendorong mahasiswa pertama melakukan demonstrasi. Alhasil kemudian, pemerintah gagal mencapai tujuannya demi memperbaiki ekonomi negara yang terlilit hutang dan inflasi

3. Afganistan

Sejarah Afganistan gagal redenominasi tercantum dalam jurnal Science Direct oleh Johan Lianto dan Ronald Suryaputra. Dikatakan bahwa negara beralias Graveyard of Empires ini pada 2002 gagal redenominasi seusai hanya dua bulan diberlakukan.

Nilai tukar domestik Afganistan justru ‘terjun bebas’ setelah melakukan redenominasi.

Baca Juga:Waktunya Borong! Promo Indomaret dan Alfamart 11.11 November 2025 Banjir Beli 1 Gratis 1 & Serba Rp11 RibuBobotoh Lega, PSSI Gigit Jari? Bojan Hodak akan Perpanjang Kontrak di Persib Bandung

4. Israel

Pada 1980 dan 1985, Israel menjalani empat kali operasi redenominasi dengan menghilangkan 9 angka nol. Negara zionis tersebut membuat program ini dalam rangka upaya menstabilkan diri.

Israel bikin mata uang baru yang dibagi dengan 1000 shekel. Kendati demikian, inflasi negara mereka masih tercatat hingga 386% pada Agustus 1985.

5. Brasil

Brasil, yang tidak berhasil menerapkan redenominasi, sudah enam kali menjalani operasi tersebut. Upaya pertamanya pada 1986 gagal saat memangkas nol dalam mata uangnya.

Bak belum kapok, Negeri Samba mencoba peruntungannya lagi pada 1984. Mereka mengganti mata uangnya ke cruzado dari semula cruzeiro.

Naas kurs mata uang tersebut terdepresiasi secara drastis terhadap dolar AS, hingga mencapai ribuan cruzado untuk setiap USD. Ketidakmampuan pemerintah yang ketika itu mencapai 500%/ tahun jadi penyebab kegagalan tersebut.

Di tengah hiperinflasi, Presiden Nicolas Maduro, memangkas lagi lima angka nol pada mata uang Brasil.

Sebelumnya sang pendahulu, Chavez, menghapus pula tiga angka nol dari Bolívar pada 2008, walau hasilnya gagal mencegah hiperinflasi.

Baca Juga:7 Oli Honda BeAT Terbaik Harga Termurah 2025, Opsi Hemat Hasil Performa MaksimalLibur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend Desember 2025: Mari Rencanakan Liburan Panjang

6. Zimbabwe

Akibat hiperinflasi yang parah memaksa Zimbabwe sampai redenominasi sebanyak enam kali. Kurs dollar Zimbabwe kedua yang awalnya 250 ZWN hingga US$1, menembus 30.000 ZWN hingga 1 USD saat inflasi melebihi 1.000% pada 2007.

Mata uang tersebut didenominasi lagi dengan dengan nilai 10 miliar ZWN (dolar ke-2) ke 1 ZWR baru (dolar ke-3) setahun kemudian. Nilai ZWN pun kala itu turun menjadi sekira 688 miliar per US$1.

Namun pada November 2008, inflasi melonjak sebesar 79,6 miliar persen sehingga dalam redenominasi ketiganya di tahun 2009, 12 nol dari nilai nominal ZWR dipangkas.

Untuk 1 dollar keempat baru (ZWL) memiliki nilai tukarnya mencapai 1.000.000.000.000 ZWR.

0 Komentar