Benteng Sungai Cirasea Ciparay Roboh dan Gerus Rumah Warga, 7 Hari Penanganan Belum Tuntas 

Benteng Sungai Cirasea Ciparay Roboh dan Gerus Rumah Warga, 7 Hari Penanganan Belum Tuntas 
Benteng Sungai Cirasea yang roboh hingga gerus rumah warga di Kampung Leles, Desa Merkarsari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung sudah 7 hari belum ditangani secara tuntas dan material yang masuk badan sungai dibiarkan menutupi aliran alias belum juga dibersihkan. (Jabar Ekspres)
0 Komentar

Pada fase tanggap darurat yang dimaksudkan itu, yakni evakuasi, pembersihan awal hingga pemenuhan logistik. Hal tersebut jelas masih dalam kewenangan pihak BPBD Kabupaten Bandung.

Adapun Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa saat dikonfirmasi belum memberikan respon, dan belum ada keterangan resmi terkait penanganan robohnya benteng Sungai Cirasea.

Sedangkan Camat Ciparay, Anjar Lugiyana ketika dikonfirmasi mengaku, jika pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah penanganan sementara.

Baca Juga:Tebing Tujuh Meter Ambles, Dapur Produksi Ikan Pindang Luluh Lantak Diterjang LongsorTiga Batu Besar dari Atas Tebing Tiba-tiba Longsor, Benarkah Sesar Lembang Mulai Aktif?

“Sekcam dan anggota Linmas beserta Satpol PP kecamatan sudah datang ke lokasi, kemudian koordinasi dengan warga yang tinggal di sana,” ujarnya.

Anjar mengungkapkan, selain meninjau lokasi, pihaknya pun telah memberikan bantuan berupa paket sembako, selimut dan terpal untuk penanganan sementara bagi warga terdampak.

“Kita juga sudah koordinasi dengan BBWS, sudah ada pengukuran, terakhir hari Jumat kemarin kita lakukan juga gotongroyong, bersihkan material di badan sungai,” ungkapnya.

Anjar menyebutkan, hasil musyawarah pun telah disepakati bahwa rumah yang tergerus rencananya akan dirobohkan, sebab dikhawatirkan menimbulkan bahaya yang mengancam keselamatan.

“Hasil musyawarah bersama warga, rumah di sana akan dirobohkan, dan rencana mau dibronjong oleh BBWS,” tutupnya.

Warga Pemilik Rumah, Dani Setiadi (52) mengaku, dirinya memang sudah mendapatkan bantuan sementara oleh pihak Pemerintah Kecamatan Ciparay.

“Beras 5 kilogram, kemudian ada minyak goreng, mie instan, ya sembako. Dapat selimut kecil,” tuturnya.

Baca Juga:Empat Hari Dihantam Hujan, Bandung Barat Dikepung Longsor dan BanjirBanjir dan Longsor Meningkat, BPBD Bandung Pertimbangkan Status Siaga Bencana

Kendati demikian, Dani memaparkan, terkait material bangunan roboh yang menutup badan Sungai Cirasea, sampai saat ini belum dilakukan pembersihan.

“Enggak ada gotongroyong, ini masih berantakan, menutup aliran sungai, sampah juga banyak yang tersangkut,” paparnya.

“Pengukuran dari BBWS sudah ada, tapi belum ada lanjutan. Ini juga saya yang bersihkan material di sungai sampai sekarang, sedikit-sedikit,” lanjut Dani.

Dia berharap, agar instansi terkait dapat bergerak cepat, sebab mengingat cuaca sering hujan dikhawatirkan air sungai meluap, berpotensi timbulkan bencana banjir lebih besar dan mengancam keselamatan warga.

“Saya harap penanganannya bisa segera dilakukan. Minimal bersihkan dulu material yang menutup aliran sungai, karena bahaya juga kalau dibiarkan terlalu lama,” pungkas Dani. (Bas)

0 Komentar